Komwil I Banda Aceh: Rekomendasi Kota Tangguh & Fiskal Kuat

Dian P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Komwil I Banda Aceh: Rekomendasi Kota Tangguh & Fiskal Kuat

Gambar atau konten salah?

Rapat kerja Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) I diadakan di Banda Aceh dan menghasilkan 24 rekomendasi yang akan disampaikan pada rapat nasional. Kepala daerah di Sumatera menekankan dua fokus utama: kota tangguh terhadap bencana dan kota fiskal kuat.

Acara dimulai pada Senin, 20 April 2026 dan berlangsung dari pagi hingga sore. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menjadi pembicara utama dan menjelaskan prinsip tata kelola pemerintahan yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan kota.

Kita berbicara kota tangguh, kami ingin menggarisbawahi kota tangguh ini adalah tangguh dalam kebencanaan dan fiskal. Ini dua hal yang sama-sama penting,” kata Rico Tri Putra Bayu Waas, Ketua Komwil I, kepada wartawan. Ia menegaskan bahwa dua elemen tersebut saling mendukung dalam membangun kota yang berkelanjutan.

Rapat kerja berjudul Kota Tangguh, Fiskal Kuat, Kolaborasi Erat diikuti oleh kepala daerah dari 21 kota. Dalam sesi tentang bencana, para wali kota merancang Standar Operasional Prosedur (SOP) yang akan diterapkan saat musibah terjadi. SOP ini bertujuan agar semua pihak terkait dapat bekerja secara aktif dan terkoordinasi. Mereka juga berencana menggandeng daerah sekitar untuk memperkuat jaringan bantuan dan koordinasi.

Selain itu, diskusi membahas cara meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Riko memaparkan contoh penerapan sistem pembayaran split di Kota Medan, di mana pembayaran lewat QRIS dibagi langsung ke PAD dan pemilik restoran. “Di Kota Medan kita sudah memulai pembayaran split yaitu pembayaran lewat QRIS itu dibagi langsung ke PAD dan pemilik restoran. Ini kami ingin sampaikan ke kota-kota lain bahwa ini sudah ada teknologi seperti ini agar PAD kita semakin terjaga,” jelasnya.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, menyampaikan rencana kota tangguh bencana. Ia menekankan upaya meminimalisir korban melalui edukasi yang akan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Selain itu, kota akan membentuk pasar dan masjid yang tangguh, serta mensosialisasikan konsep pengurangan dampak bencana kepada masyarakat. “Harapannya bisa mengurangi risiko bencana,” ujar Illiza.

Dengan 24 rekomendasi tersebut, APEKSI Komwil I menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat ketahanan kota di Sumatera. Fokus pada kebencanaan, fiskal, dan kolaborasi antar daerah diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih responsif dan berkelanjutan bagi warga.

Kota TangguhFiskal KuatAPEKSIBanda AcehPendapatan Asli DaerahQRISStandar Operasional ProsedurBencana

Komentar

Memuat komentar...