Konflik Timur Tengah Beban Besar bagi APBN, Risiko Pelemahan
Gambar atau konten salah?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran menimbulkan tantangan besar bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta perekonomian Indonesia. Ia menambahkan bahwa banyak negara sudah merasakan dampak pelemahan ekonomi akibat ketegangan di Timur Tengah.
Purbaya menyoroti bahwa Indonesia juga berisiko mengalami pelemahan ekonomi jika tidak dikelola dengan baik. Penyebab utama yang ia sebutkan adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) karena pasokan terganggu, sementara Indonesia masih menahan harga. “Perang di Timur Tengah ini merupakan tantangan yang amat signifikan bagi APBN dan perekonomian kita. Jadi kalau kita tidak memanage itu dengan baik, kita mungkin nasibnya akan sama dengan negara sekeliling kita yang sudah mengalami mungkin perlambatan ekonomi yang signifikan,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI pada Senin, 6 April 2026.
Meski menghadapi ketidakpastian global, Purbaya mengklaim stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga. Ia menilai bahwa indikator ekonomi menunjukkan perbaikan nyata. “Ada perbaikan yang nyata di perekonomian,” kata Purbaya.
Untuk menanggulangi potensi pelemahan, Kemenkeu telah menerapkan sistem peringatan dini. Ia berjanji akan memperbaiki situasi secepatnya jika muncul tanda-tanda kelemahan. “Kalau ada pelemahan (ekonomi), kita akan memperbaiki secepatnya. Jadi Kemenkeu sudah menerapkan early warning system yang cukup untuk perekonomian kita,” tegasnya.
Menjelang kuartal pertama 2026, Purbaya optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,5% atau lebih. “Kemungkinannya besar sekali tercapai,” tambahnya.
Dengan memantau dinamika geopolitik dan menerapkan kebijakan responsif, Indonesia berusaha menjaga stabilitas fiskal dan pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Kinerja ekonomi yang terjaga akan menjadi kunci bagi negara untuk menghindari perlambatan yang dialami tetangga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Produksi Minyak Nasional 576k BOPD, Masih Di Bawah Target
BBM Subsidi Tetap Stabil, Harga Tidak Naik Meski Minyak Naik
Kimia Farma Menunggu Arahan Bio Farma, Danantara Siap Pisahkan
KAI Siap Luncurkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer
Perpanjang ke Bekasi, Tangerang: 48 Stasiun, 600k Penumpang
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
