Konsumsi Daging Kurban Berlebih Bikin Risiko Kesehatan
Gambar atau konten salah?
Setiap kali Idul Adha dan Hari Tasyrik tiba, banyak warga Denpasar menikmati masakan berbahan daging kurban. Daging kurban biasanya diolah menjadi sate, tongseng, sop, dan sajian lain. Meski lezat, konsumsi daging berlebihan dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Oleh karena itu, warga disarankan untuk mengonsumsinya dengan bijak, terutama jika daging tersebut mengandung lemak tinggi.
Berikut risiko penyakit akibat mengonsumsi daging berlebih
1. Sembelit – Daging tidak mengandung serat. Tanpa serat, bakteri di usus tidak dapat mencerna makanan dengan baik, sehingga dapat menimbulkan sembelit atau konstipasi. Kondisi ini menurunkan kenyamanan pencernaan dan dapat memicu gangguan lebih lanjut.
2. Dehidrasi – Protein tinggi memerlukan energi besar untuk dicerna. Proses ini menguras cairan tubuh, sehingga tubuh menjadi kurang cair. Jika tidak menambah asupan air, tubuh dapat mengalami dehidrasi.
3. Penyakit jantung – Daging dengan kandungan lemak tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kenaikan kolesterol ini berpotensi memicu penyakit jantung, karena lemak menumpuk di dinding arteri.
4. Kanker – Metode memasak daging seperti memanggang di atas arang (misalnya sate) menghasilkan senyawa karsinogenik. Paparan senyawa ini dapat meningkatkan risiko terkena kanker, terutama kanker lambung dan usus.
5. Batu ginjal – Daging mengandung purin yang dapat berubah menjadi asam urat. Asam urat ini dapat menumpuk di ginjal, memicu pembentukan batu ginjal dan mengganggu fungsi ginjal.
Untuk mengurangi risiko tersebut, sebaiknya daging dikonsumsi sekitar 70 gram per hari atau 350 gram per minggu. Jika pada suatu hari konsumsi melebihi angka tersebut, sebaiknya dikurangi di hari berikutnya.
Tips menetralkan perut setelah makan daging
Setelah makan daging berlebih, tubuh dapat menyeimbangkan pencernaan dengan beberapa makanan dan minuman berikut:
Buah-buahan – Kaya vitamin, mineral, dan serat, buah membantu melancarkan pencernaan. Pepaya, misalnya, dikenal dapat mengurangi sembelit.
Sayuran – Serat pada sayuran membantu menyeimbangkan asupan makanan. Kemenkes menyarankan konsumsi setidaknya 250 gram sayuran setiap hari untuk mendukung pencernaan.
Prebiotik – Yoghurt, tempe, dan oncom mengandung prebiotik yang memberi makan bakteri baik di usus, sehingga pencernaan menjadi lebih lancar.
Minuman detoks – Minuman yang membantu mengeluarkan racun dapat mempercepat proses pembersihan sistem tubuh setelah makan daging berlebih.
Dengan menyeimbangkan konsumsi daging dengan buah, sayur, dan makanan prebiotik, serta menjaga hidrasi, risiko penyakit akibat daging berlebih dapat diminimalkan. Selalu ingat untuk tidak berlebihan, karena daging memang memiliki nilai gizi, namun konsumsi yang berlebihan dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
