Konversi 19 April 2026: 1 Dzulqa'dah 1447 H, Dua Bulan
Gambar atau konten salah?
Setiap hari, banyak orang bertanya, “Berapa tanggal Hijriah hari ini?” Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi umat Islam yang ingin menyesuaikan jadwal ibadah dan hari penting keagamaan. Penanggalan Hijriah dan Masehi memang berbeda cara menghitungnya, sehingga konversi menjadi penting.
Kalender Hijriah didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi, sehingga satu tahun Hijriah biasanya 354 atau 355 hari. Sementara kalender Masehi, yang lebih umum dipakai di dunia, mengikuti peredaran bumi mengelilingi matahari dan memiliki 365 atau 366 hari. Karena perbedaan ini, satu tanggal di kalender Masehi tidak selalu cocok dengan satu tanggal di kalender Hijriah.
Berikut konversi tanggal untuk hari ini, 19 April 2026, yang sesuai dengan 1 Dzulqa'dah 1447 H. Pada bulan April 2026, dua bulan Hijriah—Syawal dan Dzulqa'dah—berada bersamaan.
Berikut rincian kalender Hijriah sepanjang bulan April 2026:
- 1 April 2026 – 12 Syawal 1447 H
- 2 April 2026 – 13 Syawal 1447 H
- 3 April 2026 – 14 Syawal 1447 H
- 4 April 2026 – 15 Syawal 1447 H
- 5 April 2026 – 16 Syawal 1447 H
- 6 April 2026 – 17 Syawal 1447 H
- 7 April 2026 – 18 Syawal 1447 H
- 8 April 2026 – 19 Syawal 1447 H
- 9 April 2026 – 20 Syawal 1447 H
- 10 April 2026 – 21 Syawal 1447 H
- 11 April 2026 – 22 Syawal 1447 H
- 12 April 2026 – 23 Syawal 1447 H
- 13 April 2026 – 24 Syawal 1447 H
- 14 April 2026 – 25 Syawal 1447 H
- 15 April 2026 – 26 Syawal 1447 H
- 16 April 2026 – 27 Syawal 1447 H
- 17 April 2026 – 28 Syawal 1447 H
- 18 April 2026 – 29 Syawal 1447 H
- 19 April 2026 – 1 Dzulqa'dah 1447 H
- 20 April 2026 – 2 Dzulqa'dah 1447 H
- 21 April 2026 – 3 Dzulqa'dah 1447 H
- 22 April 2026 – 4 Dzulqa'dah 1447 H
- 23 April 2026 – 5 Dzulqa'dah 1447 H
- 24 April 2026 – 6 Dzulqa'dah 1447 H
- 25 April 2026 – 7 Dzulqa'dah 1447 H
- 26 April 2026 – 8 Dzulqa'dah 1447 H
- 27 April 2026 – 9 Dzulqa'dah 1447 H
- 28 April 2026 – 10 Dzulqa'dah 1447 H
- 29 April 2026 – 11 Dzulqa'dah 1447 H
- 30 April 2026 – 12 Dzulqa'dah 1447 H
Seiring berjalannya bulan Dzulqa'dah, umat Islam dapat melaksanakan berbagai amalan sunnah. Berikut beberapa di antaranya, yang diambil dari buku “Kalender Ibadah Sepanjang Tahun” oleh Ust. Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid:
1. Mandi Sunnah dan Berwudhu
Di hari pertama bulan Dzulqa'dah, dianjurkan untuk mandi bersih dengan niat sunnah. Kegiatan ini dipercaya membawa keutamaan selama bulan tersebut.
2. Shalat Sunnah
Melaksanakan shalat sunnah empat rakaat dengan dua salam. Setiap rakaat setelah al-Faatihah, bacalah surat al-Ikhlas tiga kali, an-Naas tiga kali, dan al-Falaq satu kali. Setelah salam terakhir, bacalah istighfar tujuh puluh kali. Kemudian bacalah:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ
Laa haulaa wa laa quwwata ilaa billahil 'aliyyil 'azhiimi.
Artinya: “Tiada daya dan tiada kekuatan, kecuali karena pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Agung.”
Selanjutnya bacalah doa:
يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَذُنُوْبَ جَمِيعِ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Yaa 'aziizu yaa ghaffaaru, ighfirlii dzunuubii wa dzunuuba jamii'il mu'miniina wal mu'minaat. Fa innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: “Wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Pengampun, ampuni dosa-dosaku serta dosa-dosa mukminin dan mukminat. Sebab, tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau.”
3. Berpuasa pada Tanggal 25 Dzulqa'dah
Puasa pada tanggal 25 Dzulqa'dah dianggap sangat mulia. Seorang yang berpuasa pada hari ini mendapatkan pahala setara berpuasa 60 bulan, menurut cerita yang diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali al-Wasysya'.
4. Berdzikir dan Berdoa pada Malam 15 Dzulqa'dah
Malam 15 Dzulqa'dah dianggap penuh berkat. Pada malam ini, Allah SWT memandang semua umat mukmin dengan rahmat-Nya, memberi seratus pahala kepada orang yang beramal. Oleh karena itu, dianjurkan memperbanyak dzikir dan doa.
5. Qiyamul Lail
Menurut beberapa ahli hadits, malam tanggal 25 Dzulqa'dah adalah malam ketika bumi dibentangkan dari bawah Ka'bah di atas air. Malam ini dianggap mulia; siapa yang bangun malam untuk beribadah akan memperoleh pahala yang tidak terhingga.
6. Berpuasa Ayyamul Bidh
Puasa sunnah pada pertengahan bulan, yaitu tanggal 13, 14, dan 15, juga dianjurkan. Puasa ini dikenal sebagai puasa Ayyamul Bidh.
Dengan memahami konversi tanggal dan amalan yang dianjurkan, umat Islam dapat menyesuaikan ibadahnya sesuai dengan bulan Dzulqa'dah. Menjalankan amalan sunnah ini tidak hanya memperkaya spiritualitas, tetapi juga membantu menjaga kesadaran akan perbedaan antara kalender Masehi dan Hijriah. Sehingga, setiap hari, baik di dunia maupun di hati, dapat dipenuhi dengan ketaatan dan doa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Konversi Tanggal Hijriah Juni 2026: 12 Juni Masehi ke 26 Dzulhijjah
Hari Asyura 10 Muharram: Nilai Sejarah dan Amalan 25 Juni
Mitos Malam 1 Suro: Tradisi Jawa dan Pandangan Islam
BMKG Prediksi Awal Kering 2026: 39,7% Wilayah Terpengaruh
Diskresi Partai: Keseimbangan Kekuatan dan Demokrasi Internal
Nenek Jumaria 70, Ikon Makkah 2026, Berhasil Haji
Berita Terbaru
Persela Lamongan Kembali Menyambut Dendi Sulistiawan
Alkohol Dorong Rasa Gurih, Tambah Kalori, Bikin Berat Badan
Kebun Binatang Bandung Tunggu Izin Operasi, Faunaland Siap?
England 3-0 Kosta Rika: Gordon Menang, Keane Prediksi
Meksiko Kalahkan Afrika Selatan 2-0 di Piala Dunia 2026
FIFA World Cup 2026 di Roblox: 48 Tim, 6 Game, Live Update
Pelatihan BNSP: Sertifikat Trainer Menjadi Standar Nasional