Kopi Berlebih Mengancam Tulang Wanita 65+, Risiko Patah

Ika P. · 2 min baca · 27 hari lalu · 51 dibaca
Bisik.id
Kopi Berlebih Mengancam Tulang Wanita 65+, Risiko Patah

Gambar atau konten salah?

Minum kopi sudah menjadi kebiasaan yang melekat di banyak rumah tangga. Namun, bagi wanita yang sudah berusia lebih dari lima puluh lima tahun, kebiasaan ini perlu dipertimbangkan kembali. Penelitian terbaru menyoroti potensi dampak kopi pada kesehatan tulang, khususnya risiko osteoporosis.

Studi yang dipimpin oleh tim dari Flinders University melibatkan sekitar 9.700 perempuan berusia di atas 65 tahun di Amerika Serikat. Peneliti memantau kebiasaan minum kopi dan teh selama kurang lebih 10 tahun, sekaligus mengukur kepadatan mineral tulang (bone mineral density, BMD) menggunakan sinar-X pada area pinggul.

Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan yang rutin mengonsumsi teh memiliki kepadatan tulang pinggul yang sedikit lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Peneliti menilai bahwa kandungan katekin dalam teh dapat membantu fungsi sel pembentuk tulang. Bahkan peningkatan kecil pada kepadatan tulang dapat berarti penurunan risiko patah tulang dalam skala besar, ujar ahli epidemielogi, Enwu Liu.

Minum kopi, di sisi lain, menampilkan hasil yang lebih beragam. Perempuan yang mengonsumsi lebih dari lima cangkir kopi per hari cenderung memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah. Kondisi ini diduga terjadi karena kandungan kafein dapat mengganggu penyerapan kalsium, nutrisi penting yang berperan dalam menjaga kekuatan tulang.

Efek negatif kopi terhadap kesehatan tulang menjadi lebih jelas pada perempuan yang memiliki riwayat konsumsi alkohol tinggi. Pada kelompok ini, konsumsi kopi dikaitkan dengan penurunan kepadatan tulang pada bagian femur, yaitu tulang paha yang terhubung dengan pinggul. Kombinasi kafein dan alkohol memperburuk kondisi tulang.

Hasil ini tidak berarti Anda harus berhenti minum kopi sepenuhnya, tetapi konsumsi dalam jumlah sangat tinggi mungkin bukan pilihan yang ideal, terutama bagi perempuan yang juga mengonsumsi alkohol,” ujar Enwu Liu. Meski demikian, penelitian ini tidak menyimpulkan bahwa kopi sepenuhnya berbahaya. Konsumsi kopi dalam jumlah moderat (2–3 cangkir per hari) masih dapat dilakukan, selama diimbangi dengan asupan nutrisi penting seperti kalsium dan vitamin D.

Liu juga menekankan bahwa kebiasaan kecil sehari‑hari, termasuk pilihan minuman, dapat berperan dalam menjaga kesehatan tulang jangka panjang. Dengan demikian, bagi perempuan lanjut usia, mengontrol jumlah konsumsi kopi menjadi langkah sederhana yang penting untuk membantu menjaga kekuatan tulang dan mengurangi risiko osteoporosis.

Kesimpulannya, kopi tidak harus dihindari sepenuhnya, tetapi bagi wanita usia lanjut, menyesuaikan asupan kopi dan menambah kalsium serta vitamin D dapat membantu memelihara kepadatan tulang. Menjaga keseimbangan ini dapat menjadi strategi preventif sederhana terhadap osteoporosis.

kopitehosteoporosiskepadatan tulangkafeinkalsiumvitamin D

Komentar

Memuat komentar...