Kopi Tanpa Kafein Tetap Menurunkan Stress & Tingkatkan Mood Selama Uji
Gambar atau konten salah?
Nature Communications memuat sebuah penelitian terbaru pada 27 April 2026 yang mengungkap manfaat kopi yang tidak hanya berasal dari kafein. Penelitian ini menunjukkan bahwa kopi, baik berkafein maupun decaf, dapat mengubah komposisi bakteri baik di usus, yang selanjutnya memengaruhi suasana hati dan fungsi otak.
Para peneliti ingin memahami mekanisme di balik efek kopi pada kesehatan mental. Mereka meneliti hubungan antara usus dan otak, atau gut‑brain axis, untuk mengetahui apakah kopi tetap memberikan manfaat meski tanpa kafein. Hasilnya menunjukkan bahwa kopi tetap memengaruhi mood, stres, dan kognisi, menegaskan bahwa kopi tidak sekadar sumber energi.
Penelitian melibatkan 62 partisipan yang terdiri dari peminum kopi rutin dan non‑peminum. Peminum diminta menghentikan konsumsi kopi selama dua minggu, kemudian diberikan kembali kopi dalam bentuk berkafein maupun decaf tanpa diketahui jenisnya. Selama uji, peserta menjalani tes psikologis dan analisis urin serta feses untuk memantau perubahan mikrobioma usus.
Hasilnya menegaskan bahwa kopi menurunkan tingkat stres dan depresi serta meningkatkan konsentrasi, bahkan ketika kopi tidak mengandung kafein. Selain itu, terdapat peningkatan bakteri baik seperti Eggertella sp dan Cryptobacterium curtum, yang berperan penting dalam pencernaan dan keseimbangan emosi.
Manfaat kopi decaf juga terungkap. Penelitian menunjukkan bahwa senyawa alami dalam kopi, seperti polifenol, dapat meningkatkan fungsi kognitif dan keseimbangan mikrobioma usus. Ini menunjukkan bahwa kopi dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, mendukung pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.
John Cryan, peneliti utama dari APC Microbiome Ireland, menjelaskan:
"Kopi bukan sekadar kafein, ini adalah komponen makanan kompleks yang berinteraksi dengan mikroba usus, metabolisme, hingga kondisi emosional kita,"
"Temuan kami menunjukkan bahwa kopi, baik berkafein maupun tanpa kafein, bisa memengaruhi kesehatan dengan cara yang berbeda, tetapi saling melengkapi,"
"Temuan kami menunjukkan bagaimana kopi memengaruhi respons mikrobioma dan sistem saraf, serta potensi manfaat jangka panjangnya bagi kesehatan,"
"Kopi dapat menjadi bagian dari pola makan sehat untuk mendukung keseimbangan pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan."
Penelitian ini menambah pemahaman bahwa kopi memiliki peran yang lebih kompleks daripada sekadar memberi energi. Dengan memengaruhi mikrobioma usus, kopi dapat memengaruhi suasana hati dan fungsi otak, baik melalui kafein maupun senyawa lain seperti polifenol. Temuan ini membuka pintu bagi penelitian lebih lanjut tentang bagaimana minuman sehari‑hari dapat berkontribusi pada kesehatan mental dan kognitif.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Berita Terbaru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
