Kuliner Kalimantan, Sarapan Jepang, Restoran Legendaris Jakarta
Gambar atau konten salah?
Di pulau terbesar di Indonesia, Kalimantan masih menampilkan kuliner yang dianggap ekstrem oleh banyak orang. Tradisi ini tidak hanya soal bahan, tapi juga cara pengolahannya yang sering membuat orang takjub.
Berbagai hidangan berasal dari alam liar, mulai dari tembiluk, cacing kayu yang hidup di batang pohon, hingga biawak yang dimasak dengan bumbu rempah untuk menetralkan bau amis. Masyarakat setempat juga memanfaatkan tupai dalam sup, serta hewan lain yang diburu. Semua bahan ini dianggap sumber protein biasa bagi penduduk lokal.
Di sisi lain, Jepang dikenal dengan pola makan sederhana namun seimbang. Konsep yang sering disebut ichiju sanchai berarti satu sup dan tiga lauk, menekankan keseimbangan gizi dalam satu piring. Sarapan biasanya menggabungkan nasi putih, ikan, sayuran, telur, dan sup miso.
Roti nasi menjadi komponen utama, biasanya disajikan bersama ikan panggang, telur, rumput laut (nori), dan natto. Kombinasi ini dianggap lebih sehat karena menyediakan karbohidrat, protein, serat, dan lemak sehat dalam porsi yang cukup.
Di Jakarta, restoran Chinese Food bergaya Hakka legendaris masih menarik pengunjung. Banyak tempat makan ini sudah eksis sejak era 1940-an, menambah daya tarik karena sejarah panjang dan pelanggan setia dari kalangan old money.
Contohnya, Restoran Trio berdiri sejak 1947, sementara Restoran Eka Ria sudah ada sejak 1925. Kedua restoran ini tetap mempertahankan menu klasik seperti burung dara goreng dan angsio he. Meskipun zaman berubah, konsistensi rasa dan nilai historis membuatnya tetap favorit.
Di samping itu, video “Nasi Bungkus Jejepangan di Palmerah” menjadi sorotan. Video berdurasi 20 detik menampilkan cara membuat nasi bungkus khas Jepang yang sederhana namun menarik.
Berita ini menarik perhatian pembaca pada 21 April 2026, menyoroti tiga topik utama: kuliner ekstrem di Kalimantan, sarapan sehat Jepang, dan restoran Chinese legendaris di Jakarta. Setiap topik menampilkan unsur tradisi yang masih hidup, baik dalam bahan makanan maupun cara penyajian. Kalimantan menunjukkan keberagaman kuliner yang masih dipertahankan, Jepang menonjolkan pola makan seimbang, dan Jakarta memelihara warisan restoran yang telah melayani generasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
