Kurir Foodpanda Bedok Mall Ditangguhkan Karena Meminta THR
Gambar atau konten salah?
27 Maret 2024 di Singapura, seorang kurir Foodpanda di Bedok Mall mendapat penangguhan sementara setelah mengirim pesan meminta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pelanggan.
Insiden ini bermula pada pukul 13:30 waktu setempat ketika pelanggan berinisial JJ memesan dua menu dari gerai Stuff'd melalui aplikasi Foodpanda. Alih‑alih mengantarkan pesanan, kurir tersebut mengirim pesan berulang kali berisi “Tidak ada yang THR kah?” dan “Tidak ada uang THR kah? hehehe,”. Foto tangkapan layar yang dibagikan JJ menunjukkan pesan tersebut dalam bahasa Melayu.
JJ terkejut dengan tindakan kurir. Ia berkata, “Menurut saya, memberi tip itu bentuk apresiasi dan seharusnya dilakukan secara sukarela, bukan diminta berulang kali seperti itu.”
JJ sendiri pernah menjadi kurir pengantar makanan. Ia mengakui banyak kurir berharap mendapat tip, terutama saat momen Hari Raya. Namun, ia menegaskan, “Kami bekerja dengan usaha dan waktu kami. Jangan sampai terlihat seperti meminta‑minta uang.”
Merasa terganggu, JJ melaporkan kejadian ini ke Foodpanda. Ia menegaskan bahwa tip atau hadiah harus datang dari niat baik, bukan karena dipaksa: “Tip atau bentuk kebaikan lainnya harus datang dari niat baik, bukan karena dipaksa.”
Foodpanda menanggapi laporan tersebut dengan menyatakan sudah melakukan investigasi. “Kami berkomitmen memberikan pengalaman yang aman dan saling menghormati bagi pelanggan. Mitra pengantar yang terlibat telah kami identifikasi dan untuk sementara ditangguhkan karena perilaku yang tidak pantas,” kata perwakilan Foodpanda.
Kurir yang bersangkutan diwajibkan menjalani pelatihan ulang sebelum dapat kembali bekerja. Penangguhan ini diambil karena perilaku yang dianggap tidak profesional.
THR, atau Tunjangan Hari Raya, biasanya diberikan oleh perusahaan kepada karyawan sebagai bentuk penghargaan menjelang perayaan Hari Raya. Namun, meminta THR dari pelanggan tidak sejalan dengan etika layanan pengantaran makanan. Kasus ini menimbulkan perdebatan tentang batasan profesionalisme dan norma tip di sektor gig economy.
Reaksi publik beragam. Beberapa pihak menilai tindakan kurir tidak pantas, sementara yang lain menyoroti pentingnya menjaga hubungan baik antara pelanggan dan kurir tanpa memaksa tip. Foodpanda menegaskan kembali kebijakan mereka tentang tip, yang harus bersifat sukarela.
Kasus ini menjadi contoh bagaimana perilaku satu individu dapat memicu diskusi luas tentang etika kerja di platform online. Perusahaan harus menegakkan standar profesionalisme agar pelanggan merasa aman dan dihargai, sementara kurir perlu memahami batasan dalam berinteraksi dengan pelanggan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dr Priya Bakal Kue Seri Muka, Gak Jelas Pandan Jadi Rumput
Turis Singapura Terkejut Tagihan 902 Ringgit Ikan Patin
Promo Makanan Nobar Piala Dunia 2026, Harga Hemat
Indomilk Gelar Roadshow Pastry Mini & Coffee Pairing
Harga Makanan Stadion Piala Dunia 2026 Menghebohkan Ratusan Ribu Rupiah
Pemerintah Tambah Perluasan Jaringan Internet di Pedesaan
Berita Terbaru
Cuaca Bali Senin 15 Juni Cerah Berawan, Suhu 18-31°C
Belanda-Jepang 0-0, Dua Tim Tanpa Gol di Babak Pertama
Zodiak Scorpio 15 Juni 2026: Peluang Mandiri Asmara, Karier, Keuangan
Primbon Jawa: Pasaran Wage 15 Juni 2026, Energi dan Aktivitas
Numerologi 22 pada 15 Juni 2026: Makna dan Panduan Praktis
Feng Shui 15 Juni 2026: Energi Kayu, Arah Keberuntungan dan Tips
Tarot Harian 15 Juni 2026: Hierophant, 7 of Cups Terbalik, Swords
Zodiak Sagittarius 15 Juni 2026: Prediksi Hari Ini & Tips
Zodiak Pisces 15 Juni 2026: Hari Penuh Peluang & Energi Air
Zodiak Aquarius 15 Juni 2026: Peluang Baru di Hari Ini
