Kursi Jendela Belakang Pesawat Bikin Penat

Dani L. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 25 dibaca
Bisik.id
Kursi Jendela Belakang Pesawat Bikin Penat

Gambar atau konten salah?

Banyak penumpang pesawat menyukai kursi di dekat jendela. Namun, ada satu posisi kursi jendela yang justru bisa menambah rasa lelah dan tidak nyaman selama penerbangan. Dawn Morwood, Co-Director of Cheap Deals Away, mengingatkan agar pelancong berhati-hati dengan pilihan kursi yang terlihat bagus ini, karena kenyataannya bisa sangat mengganggu.

Menurut Dawn, ada kursi tertentu di dekat jendela yang sebaiknya dihindari: kursi jendela di baris paling belakang pesawat. Orang sering mengira kursi belakang jendela lebih tenang. Kenyataannya, kata Dawn, posisi itu bisa membuat penerbangan terasa sangat tidak menyenangkan.

Masalah utama bagi penumpang di kursi itu adalah gangguan lalu lintas orang. Penumpang yang akan menggunakan toilet sering berdiri di sekitar area tersebut. Anda terpaksa melihat keramaian itu.

  • Anda akan berhadapan dengan penumpang lain yang mengantre ke toilet, tepat di samping Anda.
  • Pramugari juga akan sering bolak-balik membawa troli makanan dan minuman di dekat Anda.
  • Penumpang lain juga cenderung meregangkan kaki mereka di lorong tanpa henti.

Hal lain yang membuat tidak nyaman adalah kursi di baris paling belakang ini biasanya tidak bisa direbahkan (tidak bisa bersandar). Akibatnya, penumpang harus duduk tegak sepanjang perjalanan. Badan pasti akan terasa pegal saat mendarat.

Pada penerbangan jarak jauh, misalnya 10 jam menuju Asia atau delapan jam ke Amerika Serikat, duduk tegak bisa menyiksa punggung. Sangat sulit untuk mendapatkan tidur yang layak dalam posisi itu.

Kondisi di area belakang terasa lebih menyiksa karena zona ini adalah yang paling bising dan paling terang. Ini karena lokasinya yang berdekatan dengan area dapur pesawat.

Lampu dapur biasanya selalu menyala karena pramugari perlu menyiapkan kebutuhan selama penerbangan. Hal ini menyulitkan penumpang untuk beristirahat dengan nyaman.

Tingkat kebisingan di belakang sangat tinggi. Suara peralatan dapur yang berisik, obrolan kru saat istirahat, dan suara *flush* toilet yang terus menerus terdengar. Sensasinya seperti mencoba tidur di dekat jalan raya yang ramai.

Terakhir, Dawn menyoroti bahwa posisi kursi yang sangat dekat dengan toilet ini membuat penumpang mau tidak mau mencium bau yang kurang sedap selama penerbangan. Jika durasi penerbangan panjang, Anda harus menerima serangkaian masalah ini karena memilih duduk di baris paling belakang, meskipun posisinya di samping jendela.

Kursi jendela di baris paling belakang sering kali dikira menawarkan ketenangan. Padahal, lokasi tersebut rentan terhadap gangguan antrean toilet, lalu lintas pramugari, kursi yang tidak bisa direbahkan, tingkat kebisingan tinggi dari dapur, serta potensi bau tak sedap.

Kursi pesawatBaris terakhirJendelaToiletTidak bisa direbahkanBisingBau tidak sedap

Komentar

Memuat komentar...