Lalat Parasit Baru Menyerang Sapi di Texas, Dampak Ekonomi
Gambar atau konten salah?
Di wilayah La Pryor, Texas, seorang peternak melaporkan seekor anak sapi berusia tiga minggu terinfeksi New World screwworm, lalat parasit yang menempel pada luka hewan dan menetas menjadi belatung yang memakan jaringan hidup.
Berbeda dengan lalat biasa yang biasanya memakan jaringan mati, larva New World screwworm menyerang jaringan sehat. Hasilnya luka menjadi lebih besar dan dalam, dan bila tidak diobati, dapat merusak organ penting, memicu infeksi bakteri berat, bahkan mengakibatkan kematian hewan.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena merupakan kasus pertama pada ternak di Amerika Serikat dalam puluhan tahun terakhir. Meskipun tidak langsung mengancam keamanan pangan, keberadaan parasit ini dapat mengganggu produksi peternakan dan menimbulkan kerugian ekonomi mencapai miliaran dolar. Dampaknya juga dapat mendorong harga daging sapi naik.
Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) segera mengonfirmasi temuan tersebut dan memulai langkah darurat. Langkah-langkah tersebut meliputi karantina wilayah, pembatasan perpindahan ternak, serta pengawasan ketat di area sekitar lokasi temuan.
Selain itu, USDA mempercepat pelepasan jutaan lalat jantan mandul. Metode ini bekerja dengan cara menurunkan populasi lalat secara bertahap: ketika lalat betina kawin dengan lalat jantan mandul, tidak ada keturunan yang dihasilkan, sehingga jumlah lalat menurun secara perlahan.
Meski kasus pada manusia jarang terjadi, risiko tetap ada. Menurut otoritas kesehatan AS, orang yang memiliki luka terbuka, sering bekerja dengan ternak, atau banyak beraktivitas di luar ruangan di daerah yang terdapat lalat ini memiliki risiko lebih tinggi. Bahkan luka kecil seperti goresan atau bekas gigitan serangga dapat menjadi tempat lalat bertelur. Jika larva berkembang di dalam luka, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan serius dan memerlukan penanganan medis segera.
“Kita semua bekerja sama dan mengikuti protokol pengobatan hewan serta aturan pembatasan pergerakan,” kata Menteri Pertanian AS Brooke Rollins dalam konferensi pers pada Rabu malam.
Kasus ini menegaskan pentingnya pengawasan dan kontrol populasi lalat di peternakan. Meskipun risiko bagi masyarakat umum masih sangat rendah, langkah-langkah pencegahan yang cepat dan terkoordinasi dapat mencegah penyebaran yang lebih luas dan melindungi industri peternakan serta konsumen.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Frisian Flag Indonesia Dorong Keluarga Minum Susu Sehari
Kejahatan Donor Sperma Ilegal Robert Albon Tertangkap
Singapura Jadi Blue Zone, Harapan Hidup 84 Tahun di Singapura
Influencer Jakarta Viral Cosplay Disabilitas, Kontroversial
Tendon Achilles Menjadi Penanda Kolesterol Tinggi Kesehatan
Anak 7 Tahun di India Berhasil Hindari Dialisis Dari CAKUT
Berita Terbaru
1.198 Jemaah Malang Kembali Dari Haji 2026, Tertib, Efisien
Verdonk Tiba Terlambat, Herdman Pastikan Main di Garuda
Kementerian Energi Tinjau Penundaan Batu Bara China PT DSI
Muharram: Bulan Mulia, Pahala Ganda bagi Semua Muslim
PENS Dorong Perguruan Tinggi Jadi Solver Masalah Sosial
Marselino Absen, Timnas Siap Hadapi Oman 04 Juni Di SUGBK
Konate Lenyap, Liverpool Siap Terima Pengunduran Pada Awal Juni
PB ESI Pilih 7 Atlet DOTA 2 ke Esports Nations Cup 2026
GPOS Lite: Digitalisasi Apotek dengan Dukungan Lapangan
