Lima Wanita Indonesia Masuk 50 Orang Paling Kaya Tahun Ini

Fandi R. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Lima Wanita Indonesia Masuk 50 Orang Paling Kaya Tahun Ini

Gambar atau konten salah?

Di Indonesia, perempuan kini semakin menorehkan jejak di puncak dunia bisnis. Lima wanita ini berhasil menembus dominasi pria dan masuk daftar 50 orang paling tajir di Tanah Air. Mereka memegang saham di sektor pertambangan, energi, dan teknologi, serta memimpin perusahaan yang menghasilkan pendapatan miliaran dolar.

Marina Budiman adalah contoh paling menonjol di industri teknologi. Ia memegang jabatan co‑founder dan President Commissioner di DCI Indonesia, sebuah perusahaan data center yang didirikan pada 01 Januari 2011 bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia. Sebelum itu, Marina pernah bekerja di Bank Bali pada 01 Januari 1985 dan bergabung dengan Sigma Cipta Caraka, perusahaan IT, pada 01 Januari 1989. Ia juga ikut mendirikan Indonet, penyedia layanan internet pertama di Indonesia, pada 01 Januari 1994.

Dengan kekayaan bersih mencapai US$ 8,2 miliar atau sekitar Rp 140,51 triliun (kurs Rp 17.136/dolar AS), Marina menempati posisi ke‑8 di daftar orang terkaya Indonesia. Ia menjadi satu-satunya perempuan yang berhasil masuk 10 besar dalam daftar tersebut.

Dewi Kam dikenal sebagai pemain penting di sektor energi. Sebelumnya, ia juga pernah masuk 10 besar daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes, sebelum posisi tersebut ditempati oleh Marina. Dewi adalah pemilik saham PT Bayan Resources Tbk, perusahaan tambang batu bara terbesar ketiga di Indonesia berdasarkan volume penjualan.

Selain pertambangan, Dewi juga terlibat dalam pembangunan pembangkit listrik. Forbes mencatat kekayaan Dewi sekitar US$ 4,3 miliar atau Rp 73,68 triliun, menempatkannya di posisi ke‑17 orang terkaya di Indonesia.

Arini Saraswaty Subianto memegang posisi ke‑33 dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes. Ia lahir pada tahun 1970 dan merupakan anak dari mendiang taipan Benny Subianto, yang wafat pada 01 Januari 2017. Arini melanjutkan bisnis ayahnya dan kini menjabat sebagai Direktur Utama Persada Capital Investama, perusahaan induk.

Di bawah kepemimpinannya, portofolio perusahaan berkembang di berbagai bidang, mulai dari produk pengolahan kayu dan minyak sawit hingga pengolahan karet dan batu bara. Forbes mencatat kekayaan Arini mencapai US$ 2,4 miliar atau setara Rp 41,12 triliun.

Jenny Quantero bersama suaminya, Engki Wibowo, meraih kekayaan dari PT Bayan Resources. Keduanya membantu Low Tuck Kwong mendirikan perusahaan tersebut pada 01 Januari 2004. Jenny juga merupakan pemegang saham dan menjabat sebagai Direktur PT Bayan Resources sejak tahun itu, serta menjadi sekretaris perusahaan sejak 01 Januari 2008.

Pada tahun yang sama, Bayan Resources melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Kenaikan nilai saham perusahaan sejak melantai di bursa ini turut mengerek kekayaan bersih Jenny. Dalam daftar Forbes, Jenny dan suaminya menempati posisi ke‑41 orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan sekitar US$ 1,4 miliar atau kurang lebih Rp 23,99 triliun.

Hartati Murdaya adalah Direktur Utama Central Cipta Murdaya, perusahaan yang ia dirikan bersama suaminya, Murdaya Poo, yang meninggal pada 01 April 2025 di usia 84 tahun. Central Cipta Murdaya memiliki investasi di bidang teknik, IT, kelapa sawit, dan kayu lapis. Perusahaan ini juga menjadi pemilik Jakarta International Expo, salah satu pusat konvensi terbesar di Jakarta.

Selain itu, Hartati juga memiliki saham besar di perusahaan pengembang properti terdaftar di bursa, Metropolitan Kentjana, di mana ia dan keempat anaknya duduk di dewan direksi. Berkat semua investasi ini, Hartati kini berada di posisi ke‑44 dari 50 orang terkaya Indonesia, dengan total harta sekitar US$ 1,25 miliar atau Rp 21,41 triliun.

Keberhasilan lima wanita ini menunjukkan bahwa sektor bisnis di Indonesia tidak lagi eksklusif bagi pria. Mereka memanfaatkan peluang di berbagai industri, mulai dari teknologi hingga energi, dan berhasil membangun kekayaan yang signifikan. Perempuan-perempuan ini menjadi contoh nyata bahwa kemampuan dan tekad dapat menembus batas tradisional, membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk mengejar kesuksesan di dunia usaha.

Perempuan kaya IndonesiaIndustri teknologiSektor energiPertambanganBayan ResourcesDCI IndonesiaForbes

Komentar

Memuat komentar...