LPS Tambah Kantor Perwakilan Jakarta untuk BPR Bermasalah
Gambar atau konten salah?
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berencana memperluas jangkauan layanan dengan menambah Kantor Perwakilan (KPW) di beberapa wilayah di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap banyaknya BPR yang bermasalah di daerah tertentu.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menjelaskan bahwa LPS ingin menyediakan KPW di Jakarta agar dapat mengkoordinasikan fungsi operasional di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta. Saat ini, operasional wilayah tersebut masih dipegang oleh pusat.
“KPW sekarang ada di Medan, Makassar dan Surabaya. Kami mengusulkan Jakarta sebetulnya karena koordinasi dari fungsi operasional di lapangan itu khususnya untuk Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta belum ada sekarang, sekarang dihandle semua oleh pusat,” kata Anggito dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (19 Mei 2026).
Anggito menambahkan bahwa pertimbangan adanya KPW sangat tergantung pada jumlah BPR yang mengalami kasus di daerah tersebut. Saat ini, BPR bermasalah paling banyak terjadi di Jawa Barat, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
“Kalau kita lihat yang paling banyak kasusnya sekarang itu di Jawa Barat dan Sumatera Utara, Barat itu cukup banyak sehingga kita efektifkan. Makanya kami bermaksud berkonsultasi melakukan pembukaan kantor untuk KPW di Jakarta dengan wilayah sampai ke Jawa Barat, Jawa Tengah dan sampai D.I.Yogyakarta. Nanti model kantornya kurang lebih sama, cuma mandat dan operasionalnya itu KPW,” jelas Anggito.
Selain itu, Anggito juga mengungkapkan rencana untuk membangun kantor sendiri. Saat ini, kantor pusat LPS masih berlokasi di Equity Tower lantai 20-21 kawasan SCBD, Sudirman.
“Kami berkeinginan untuk membangun kantor. Kantor ini kita akan share dengan OJK dan BI maupun dengan KSSK. Jadi kami sudah mendapatkan mandat untuk membangun kantor sendiri. Mudah-mudahan ini bisa terlaksana dalam 1-2 tahun berikutnya,” jelas Anggito.
Sayangnya belum diketahui lokasi yang akan menjadi calon kantor LPS. “Kami dalam proses untuk memfinalisasi lokasi dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Dengan menambah KPW di Jakarta dan membangun kantor baru, LPS berharap dapat memperkuat koordinasi operasional di wilayah yang paling terdampak masalah BPR, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
