Lumba‑lumba mati ditemukan di pantai Batu Kebo, Bali

Lina F. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 41 dibaca
Bisik.id
Lumba‑lumba mati ditemukan di pantai Batu Kebo, Bali

Gambar atau konten salah?

Di pesisir Pantai Batu Kebo, Banjar Melaya, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, sebuah lumba‑lumba jenis hidung botol ditemukan terdampar dalam kondisi mati. Bangkai tersebut terdeteksi oleh warga pada 27 April 2026 pagi.

Peristiwa pertama kali diungkapkan oleh seorang warga bernama Aulia (35) sekitar pukul 07.00 Wita. Saat itu, Aulia sedang berjalan di sekitar pantai ketika ia melihat mamalia laut itu tergeletak di bibir pantai. Awalnya ia tidak menyadari bahwa hewan tersebut adalah lumba‑lumba.

Lumba‑lumba itu ditemukan warga saat melintas di pantai. Saat ditemukan, kondisinya sudah dalam keadaan mati,” kata Kapolsek Melaya Kompol I Ketut Sukadana saat dikonfirmasi.

Penemuan ini menarik perhatian warga di sekitar lokasi. Untuk menghindari bangkai membusuk dan menimbulkan bau tidak sedap, pihak kepolisian bersama warga setempat segera mengambil tindakan.

Petugas kepolisian dari Polsek Melaya bersama masyarakat bergotong‑royong menggali lubang di sekitar lokasi penemuan untuk menguburkan mamalia malang tersebut. “Bangkai lumba‑lumba sudah dikubur oleh warga dibantu anggota kami di sekitar lokasi penemuan,” jelas Sukadana.

Langkah penguburan dilakukan guna menjaga kebersihan lingkungan pesisir pantai. Penyebab kematian lumba‑lumba hidung botol tersebut belum dapat dipastikan karena tidak dilakukan proses nekropsi.

Kasus ini menyoroti pentingnya respons cepat warga dan kepolisian dalam menangani bangkai mamalia laut, sekaligus menegaskan perlunya prosedur medis untuk menentukan penyebab kematian hewan di wilayah pesisir.

lumba‑lumba hidung botolBangkaiPantai Batu KeboKepolisian MelayaPenguburanPenyebab kematianMamalia laut

Komentar

Memuat komentar...