Mahasiswa Optimalkan Personal Branding Lewat Jujur dan Nilai
Gambar atau konten salah?
Personal branding menjadi hal penting bagi mahasiswa di era digital. Dengan citra diri yang kuat, mahasiswa lebih mudah dikenal, dipercaya, dan punya peluang lebih besar di organisasi maupun karier.
Menurut pakar komunikasi, Hana Pratiwi, personal branding adalah kebutuhan strategis bagi mahasiswa agar sukses di dunia kerja.
Berikut tiga langkah sederhana yang bisa kamu terapkan:
- Selaraskan Identitas Diri
- Jujur soal Identitas
- Tata Krama dan Nilai yang Jelas
Untuk Selaraskan Identitas Diri, Hana menggunakan analogi panggung pertunjukan. Ia bilang ada dua bagian: frontstage yang mencakup penampilan, cara berkomunikasi, dan lingkaran pertemanan yang terlihat di publik; dan backstage yang meliputi kebiasaan sehari‑hari serta pola pikir. “Apa yang dibangun di belakang layar harus selaras dengan apa yang ditampilkan di depan. Tanpa keselarasan, kepercayaan publik akan hilang,” ujarnya di laman Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Selanjutnya, Jujur soal Identitas menuntut mahasiswa untuk tidak terjebak dalam pencitraan berlebihan. Personal branding yang sehat didasarkan pada kejujuran. Identitas profesional yang kokoh lahir dari kesesuaian antara apa yang ditampilkan di media sosial dengan tindakan nyata. Jika profil digital terlihat unggul, tetapi tidak didukung kompetensi, kredibilitas justru akan rusak.
Terakhir, Tata Krama dan Nilai yang Jelas menekankan pentingnya manner sebagai pembeda utama di dunia kerja. Keterampilan teknis dapat dipelajari, tetapi sikap dan perilaku terbentuk dari kedisiplinan serta nilai yang dipegang individu. Hana mengajak mahasiswa memperhatikan detail kecil dalam berperilaku, karena hal tersebut memengaruhi penilaian profesional. “Yang bertahan di dunia profesional bukan mereka yang paling sering terlihat, tetapi mereka yang paling jelas nilainya (value),” katanya.
Dengan menyeimbangkan penampilan, kejujuran, dan nilai, mahasiswa dapat membangun personal branding yang konsisten dan dapat dipercaya. Konsistensi ini membuka pintu bagi peluang karier yang lebih luas dan hubungan profesional yang lebih kuat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz