Makam Raja Bolaang Mongondow: Sejarah dan Panorama Bukit
Gambar atau konten salah?
Di wilayah Sulawesi Utara, kota Bolaang Mongondow dikenal bukan hanya karena taman nasionalnya yang menampung burung langka, tetapi juga karena warisan sejarahnya. Selain menampilkan budaya dan kuliner khas, daerah ini menyimpan sebuah situs yang menarik bagi para pelancong: makam‑makam raja‑raja masa lampau.
Situs makam raja Bolaang Mongondow adalah tempat peristirahatan terakhir para pemimpin serta kerabatnya. Lokasinya terletak di Jalan Trans Sulawesi Manado‑Gorontalo, tepat di Desa Bolaang, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Makam berada di puncak bukit, sehingga menawarkan pemandangan hamparan pohon kelapa dan perbukitan hijau yang menjadi spot foto favorit.
Untuk mencapai makam, pengunjung dapat menuruni tangga beton yang sudah disediakan. Meskipun terletak di atas bukit, aksesnya cukup mudah dan tidak dikenakan biaya masuk; kunjungan ke sini bersifat gratis. Namun, sebelum datang, disarankan menghubungi juru pelihara situs yang ditunjuk oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara agar mendapat informasi lebih lengkap.
Di situs tersebut terdapat tiga makam raja. Mereka adalah Raja Jacobus Manuel Manoppo (1833‑1858), Raja Abram Panungkelan Sugeha (1880‑1893) dan Raja Riedel Manuel Manoppo (1893‑1901). Raja Jacobus terkenal karena mengumumkan Islam sebagai agama resmi Kerajaan Bolaang Mongondow, sebuah langkah penting dalam sejarah daerah tersebut.
Pengunjung diingatkan untuk berpakaian sopan dan bersikap hormat. Jangan menempel atau duduk di atas nisan, serta selalu menjaga kebersihan. Etika ini penting agar situs tetap terjaga dan dapat dinikmati generasi berikutnya.
Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto, seorang pegawai di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.
Dengan kombinasi alam, budaya, dan sejarah, Bolaang Mongondow menawarkan pengalaman wisata yang beragam. Makam raja menjadi titik fokus bagi para pengunjung yang ingin menyelami masa lalu sambil menikmati keindahan alam sekitar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
10 Tempat Wisata di Tangerang, Akses KRL Mudah
5 Gunung Alternatif untuk Hindari Keramaian Bromo
10 Destinasi Wisata di Jakarta yang Mudah Dijangkau Naik KRL
Gua Donan Pangandaran Sepi, Tiket Gratis pun Tak Laku
7 Destinasi Dingin Jawa Tengah Selain Dieng
Pantai Lakban: Wisata dan Sejarah Tambang Belanda
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
