Makam Raja Bolaang Mongondow: Sejarah dan Panorama Bukit

Rini S. · 2 min baca · 1 jam lalu · 22 dibaca
Bisik.id
Makam Raja Bolaang Mongondow: Sejarah dan Panorama Bukit

Gambar atau konten salah?

Di wilayah Sulawesi Utara, kota Bolaang Mongondow dikenal bukan hanya karena taman nasionalnya yang menampung burung langka, tetapi juga karena warisan sejarahnya. Selain menampilkan budaya dan kuliner khas, daerah ini menyimpan sebuah situs yang menarik bagi para pelancong: makam‑makam raja‑raja masa lampau.

Situs makam raja Bolaang Mongondow adalah tempat peristirahatan terakhir para pemimpin serta kerabatnya. Lokasinya terletak di Jalan Trans Sulawesi Manado‑Gorontalo, tepat di Desa Bolaang, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Makam berada di puncak bukit, sehingga menawarkan pemandangan hamparan pohon kelapa dan perbukitan hijau yang menjadi spot foto favorit.

Untuk mencapai makam, pengunjung dapat menuruni tangga beton yang sudah disediakan. Meskipun terletak di atas bukit, aksesnya cukup mudah dan tidak dikenakan biaya masuk; kunjungan ke sini bersifat gratis. Namun, sebelum datang, disarankan menghubungi juru pelihara situs yang ditunjuk oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara agar mendapat informasi lebih lengkap.

Di situs tersebut terdapat tiga makam raja. Mereka adalah Raja Jacobus Manuel Manoppo (1833‑1858), Raja Abram Panungkelan Sugeha (1880‑1893) dan Raja Riedel Manuel Manoppo (1893‑1901). Raja Jacobus terkenal karena mengumumkan Islam sebagai agama resmi Kerajaan Bolaang Mongondow, sebuah langkah penting dalam sejarah daerah tersebut.

Pengunjung diingatkan untuk berpakaian sopan dan bersikap hormat. Jangan menempel atau duduk di atas nisan, serta selalu menjaga kebersihan. Etika ini penting agar situs tetap terjaga dan dapat dinikmati generasi berikutnya.

Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto, seorang pegawai di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.

Dengan kombinasi alam, budaya, dan sejarah, Bolaang Mongondow menawarkan pengalaman wisata yang beragam. Makam raja menjadi titik fokus bagi para pengunjung yang ingin menyelami masa lalu sambil menikmati keindahan alam sekitar.

Bolaang Mongondowmakam rajataman nasionalkebudayaansitus sejarahpemandangan bukitBalai Pelestarian KebudayaanIslam

Komentar

Memuat komentar...