Man City 2‑1 Arsenal, Haaland Tutup, Donnarumma Blunder

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Man City 2‑1 Arsenal, Haaland Tutup, Donnarumma Blunder

Gambar atau konten salah?

Man City mengamankan kemenangan 2-1 atas Arsenal di Etihad Stadium pada Minggu, 19 April 2026. Pertandingan ini merupakan laga lanjutan Liga Inggris yang menegaskan posisi Man City di puncak klasemen.

Gol pertama datang lewat Rayan Cherki, yang memberi keunggulan bagi pendukung Manchester Biru. Namun, Arsenal tidak tinggal diam. Kai Havertz berhasil menyamakan kedudukan, memaksa Man City untuk bertahan. Akhirnya, Erling Haaland menutup pertandingan dengan gol kemenangan, memastikan Man City tetap di garis depan.

Dengan hasil ini, Man City kini memiliki 70 poin, hanya tiga poin di depan Arsenal. Satu laga masih tersisa, sehingga peluang kedua tim untuk menutup jarak masih terbuka. Meski demikian, kritik yang melayang ke kiper Man City, Gianluigi Donnarumma, tetap menjadi topik hangat.

Blunder Donnarumma terjadi saat ia gagal mengirim umpan keluar kotak penalti. Umpan yang seharusnya mengalir ke Arsenal malah terjepit di antara pemain, memungkinkan Havertz memantulkan bola masuk ke gawang Man City. Banyak pengamat menilai bahwa distribusi bola Donnarumma tidak sekuat yang diharapkan, menimbulkan ketidakcocokan dengan gaya bermain Pep Guardiola yang menekankan serangan dari bawah.

Dalam komentar publik, mantan pemain Man City, Micah Richards, menegaskan bahwa kritik tersebut terlalu berlebihan. Ia menilai bahwa satu kesalahan tidak dapat menilai keseluruhan performa kiper asal Italia.

“Ini benar-benar tindakan kriminal. Kembali mengoper bola ke kiper setelah unggul 1-0. Cukup operan panjang. Itu saja yang perlu dilakukan. Mengatur ulang formasi. Membangun serangan lagi.”

“Untuk Donnarumma, dengan pengalaman memenangkan Liga Champions bersama PSG, orang-orang membicarakan tentang kemampuannya yang kurang baik dalam mengontrol bola. Itulah yang dibicarakan orang-orang,” tambah Richards, menyoroti persepsi publik yang salah.

“Donnarumma sangat, sangat bagus dalam tempo operan pendek. Dia tidak memiliki operan panjang seperti Ederson, tetapi tidak ada kiper lain yang memiliki kemampuan operan seperti Ederson.”

“Gigio benar-benar bagus dalam hal ketenangan, kontrol bola pertama, dan pengambilan keputusan untuk melakukan umpan pendek. Dia jauh, jauh lebih baik daripada yang orang kira,” tutup Richards, menegaskan keunggulan teknis kiper tersebut.

Secara keseluruhan, kemenangan Man City menegaskan dominasi mereka di liga, sementara kritik terhadap Donnarumma menyoroti kompleksitas peran kiper dalam sistem permainan modern. Kinerja kiper tetap menjadi fokus, namun satu blunder tidak dapat menandai keseluruhan kontribusi yang ia berikan bagi tim.

Manchester CityArsenalLiga InggrisErling HaalandGianluigi DonnarummaPep GuardiolaMicah Richards

Komentar

Memuat komentar...