Marcos Reina Jadi Pelatih Persik Kediri, Tantangan Liga Super
Gambar atau konten salah?
Marcos Reina resmi menjadi pelatih baru Persik Kediri pada 04 Desember 2025. Ia menggantikan Ong Kim Swee dan datang langsung dari Spanyol, membawa pengalaman internasional yang luas.
Di luar negeri, Reina pernah bekerja sebagai asisten pelatih di Liga Meksiko dan Amerika, sebelum memimpin tim di Liga Andorra. Pengalaman tersebut menyiapkan dia untuk menghadapi tekanan kompetisi Indonesia yang dinilai sangat ketat.
Setelah beberapa minggu menyesuaikan diri, Reina berhasil mengubah suasana Persik. Tim yang sebelumnya tampak tidak konsisten kini tampil lebih agresif, menampilkan gaya bermain menyerang yang lebih tajam. Namun, perubahan tak langsung menghasilkan kemenangan.
Hasil akhir musim pertama menunjukkan catatan 20 laga dengan 10 kekalahan, 3 imbang, dan 7 kemenangan. Rekam jejak ini menjadi bahan refleksi bagi Reina dalam proses adaptasinya.
"Saya belajar banyak selama di sini. Sebagai orang baru, saya harus beradaptasi dengan lingkungan. Saya belajar kultur, karakter pemain lokal, dan skill mereka,"
Reina menilai pemain lokal memiliki kualitas unggul. Ia menyatakan bahwa sepakbola Indonesia sedang berkembang perlahan. Untuk mempercepat kemajuan, ia menekankan perlunya penataan kompetisi yang lebih baik.
"Kesimpulan saya Indonesia punya banyak pemain lokal bagus. Sepakbola negara ini akan terus berkembang. Begitu juga kompetisinya jika terus ditata lebih baik lagi,"
Menanggapi tingkat kompetisi, Reina mengakui bahwa Super League sangat kompetitif. Setiap pekan hasil pertandingan tidak dapat diprediksi, sehingga ia harus bekerja keras setiap hari merancang taktik baru.
"Super League sangat kompetitif. Tiap pekan kita tak bisa memprediksi hasil akhir pertandingan. Ini membuat saya harus bekerja keras tiap hari dan merancang taktik baru. Tapi bagi saya ini faktor sangat menarik,"
Sabtu nanti, Reina akan mendampingi Persik saat pertandingan melawan Persebaya Surabaya di markas mereka. Peristiwa ini menjadi momen penting bagi klub berlogo Macan Putih untuk menilai kemampuan taktik baru.
Reina menunjukkan bahwa meski hasilnya belum memuaskan, proses belajar dan penyesuaian tetap berjalan. Keterbukaan terhadap budaya lokal dan tekad untuk mengembangkan kompetisi menandai langkah awal yang berpotensi membawa perubahan positif bagi sepakbola Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
