Mecca Route: Haji Tanpa Antrian di Bandara Saudi Indonesia
Gambar atau konten salah?
Jemaah haji yang akan berangkat tahun ini mendapat kabar baik: proses imigrasi di Arab Saudi kini dapat dilewati tanpa antre panjang berkat layanan Mecca Route. Setelah tiba di Tanah Suci, mereka langsung melanjutkan perjalanan tanpa harus menunggu di meja pemeriksaan.
Mecca Route adalah layanan fast track yang memudahkan jemaah haji menyelesaikan seluruh proses pemeriksaan dokumen dan keimigrasian Arab Saudi langsung dari bandara keberangkatan di Indonesia. Melalui mekanisme sistem ini, otoritas Arab Saudi melakukan verifikasi dokumen sebelum keberangkatan. Jadi, saat tiba di Tanah Suci, jemaah tak perlu lagi mengantre untuk pemeriksaan imigrasi. Program ini juga menjadi salah satu strategi untuk mengurangi kepadatan di bandara Arab Saudi.
Empat bandara di Indonesia menyediakan layanan ini. Diantaranya:
- Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta)
- Bandara Juanda (Surabaya)
- Bandara Adi Soemarmo (Solo)
- Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar)
Di Bandara Internasional Juanda, layanan Mecca Route difokuskan di Terminal 1, tepatnya di area ruang tunggu gate 13‑15. General Manager Bandara Juanda, Muhammad Tohir, menjelaskan bahwa fasilitas ini menjadi bagian dari percepatan layanan haji. “Mecca Route memanfaatkan ruang tunggu gate 13‑15 di Terminal 1 sebagai area layanan fast track oleh Pemerintah Arab Saudi,” ujar Tohir.
Secara alur, proses berlangsung sebelum jemaah naik pesawat. Pemeriksaan dokumen, termasuk paspor dan administrasi keimigrasian Arab Saudi, dilakukan langsung di bandara keberangkatan. Hal ini menghemat waktu dan mengurangi antrian di bandara tujuan.
Volume keberangkatan jemaah juga cukup signifikan. Pada kloter pertama Embarkasi Surabaya, 380 jamaah calon haji asal Kabupaten Probolinggo diberangkatkan menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdul Azis, Madinah pada hari pertama. Pada hari yang sama, kloter kedua menyusul pada siang hari. Kloter kedua terdiri dari 374 jamaah calon haji asal Kabupaten Probolinggo, satu orang asal Kota Malang, satu orang lainnya dari Kota Surabaya, serta empat petugas haji.
Menurut Tohir, proses embarkasi haji di Bandara Internasional Juanda akan berlangsung hingga 21 Mei 2026. Total 43.623 jamaah calon haji akan diberangkatkan dalam 116 kloter dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Untuk menunjang kelancaran operasional, pihak bandara melakukan sejumlah peningkatan fasilitas. Renovasi mushala, penambahan toilet, dan penyediaan dispenser air minum menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan jemaah selama menunggu keberangkatan.
Keamanan juga diperketat sejak asrama haji. Petugas Aviation Security (Avsec) melakukan pemeriksaan awal sebelum jemaah menuju bandara. Setelah itu, perjalanan menuju pesawat dikawal oleh petugas Airport Movement Control (AMC) untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan terkoordinasi. “Kami menyiapkan fasilitas untuk mendukung kelancaran pelaksanaan haji serta memastikan seluruh fasilitas beroperasi normal,” ujar Tohir.
Dengan layanan Mecca Route, jemaah haji dapat fokus pada persiapan spiritual tanpa khawatir tentang antrean panjang di bandara tujuan. Layanan ini menjadi contoh bagaimana koordinasi antara otoritas Indonesia dan Arab Saudi dapat meningkatkan efisiensi perjalanan ibadah. Layanan ini juga menegaskan komitmen Indonesia untuk memudahkan pelaksanaan haji bagi warganya, sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan selama proses keberangkatan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Cuaca Berawan Surabaya Hari Ini, Suhu 24-34°C Kelembapan
Surabaya Tampilkan Jadwal Sholat Lengkap 4 Juni 2026
Kebijakan Baru Pemerintah Mengurangi Plastik Sekali
Berita Terbaru
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
Beasiswa Garuda Gelombang II Terbuka Hingga 25 Juni 2026
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
