Medan: Ratusan Jemaat Rayakan Kenaikan Yesus Kristus
Gambar atau konten salah?
Di kota Medan, Ratusan umat Katolik berkumpul di Gereja Santa Maria Dikandung Tanpa Noda atau Katedral Medan untuk merayakan Kenaikan Yesus Kristus. Pesta ini menandai akhir tugas Yesus di dunia dan peringatan 40 hari setelah Paskah. Para jemaat terlihat antusias, membawa keluarga dan teman-teman untuk mengikuti ibadah bersama.
Pastor RD Sampang Tumanggor memimpin misa. Dalam khotbahnya, ia menyampaikan bahwa Kenaikan Yesus Kristus sekilas adalah perpisahan, namun Yesus hadir secara fisik bersama murid-muridnya sebelum terangkat ke surga. Ia menegaskan, “Kenaikan Yesus bukan kisah kepergian melainkan kehadiran lebih dalam dan lebih luas. Mengikuti Yesus bukan tentang melihat ke langit, tapi melanjutkan perutusannya di dunia itulah tugas pengikut Yesus,” ujar RD Sampang Tumanggor, Kamis (14 Mei 2026).
RD Sampang menambahkan, “Yesus naik ke surga tapi bukan berarti dia menjauh. Melainkan hadir dengan cara yang baru tidak terbatas ruang dan waktu.” Ia mengajak umat untuk menemukan hati yang terarah. “Kenaikan Tuhan bukan berarti menjauh tapi membuka jalan kepada kita, ia mendahului supaya suatu saat kita juga dapat mengambil bagian dikemuliannya. Sebelum itu kita harus menjadi saksi kasihnya di dunia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa bersaksi tidak harus melakukan hal besar, melainkan hal-hal sederhana. “Kita bisa melakukan hal baik yakni bersikap sabar di tengah keluarga dan masyarakat untuk jujur serta peduli. Tidak hanya itu, bisa juga dengan kesetiaan sebagai umat beriman dan itu sudah termasuk bersaksi,” imbuhnya. Menutup khotbah, RD Sampang menegaskan kepada seluruh umat untuk berani menjadi fasilitator dan diutus. “Maka pesan hari ini adalah bahwa kita bukan penonton tapi fasilitator dan berani diutus. Marilah kita melangkah, menyebar suka cita dalam hidup kita sehari-hari,” tandasnya.
Sekretaris Katedral Medan, Yosep Agustinus, melaporkan bahwa dua misa pertama telah terlaksana. Ia memperkirakan jumlah jemaat sebagai berikut: pada pukul 08.00 WIB diperkirakan 500 hingga 600 orang; pada pukul 10.00 WIB diperkirakan 900 hingga 1000 orang; dan pada pukul 15.00 WIB serta 17.00 WIB diperkirakan sekitar 1500 hingga 1800 orang. “Umat mengikuti misa pukul 08.00 WIB tadi pagi diperkirakan 500 hingga 600 orang. Lalu, pukul 10.00 WIB perkirakan 900 hingga 1000 orang. Kemudian misa pukul 15.00 WIB dan 17.00 WIB diperkirakan untuk 2 misa ini sekitar 1500 hingga 1.800 orang,” pungkasnya.
Di sisi lain, di Gereja Graha Annai Velangkani, Jalan Sakura III, Tanjung Selamat, Kota Medan, ratusan umat Katolik juga mengikuti misa peringatan kenaikan Yesus Kristus. Misa berlangsung penuh khidmat. Pada pukul 08.00 WIB, umat mulai memadati area Graha Annai Velangkani dan bersiap mengikuti misa. Pastor RD Gundo F. Saragih memimpin misa dan dalam kotbahnya menyampaikan, “Kita telah melewati Rabu-rabu, Prapaskah, Paskah dan kini memperingati kenaikan Yesus Kristus ke surga yang merupakan puncaknya. Tuhan menyiapkan tempat untuk umatnya di surga,” ucap RD Gundo.
RD Gundo menekankan pentingnya memberitakan Injil ke seluruh penjuru dunia. Ia menyebut bahwa dengan menjalankan perintah Tuhan, kita sudah mewartakan kabar gembira. “Tuhan berharap seluruh dunia ditempati orang-orang percaya kepada Allah dan memberitakan Injil (kabar baik). Ketika kita melakukan apa yang dikatakan Yesus, maka kita sudah memberitakan Injil,” ungkap Pastor.
Jadwal misa di Katedral Medan dilaksanakan empat sesi: pukul 08.00 WIB, pukul 10.00 WIB, pukul 15.00 WIB, dan pukul 17.00 WIB. Masing-masing sesi dihadiri oleh ratusan hingga ribuan jemaat, menandakan partisipasi yang tinggi dalam perayaan ini.
Perayaan Kenaikan Yesus Kristus di Medan menunjukkan komitmen umat Katolik untuk terus memegang nilai spiritual dan sosial. Masing-masing pemimpin gereja menekankan pentingnya bersaksi melalui tindakan sederhana, kesetiaan, dan pelayanan kepada sesama. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen religius, tetapi juga ajakan bagi jemaat untuk menjadi agen perubahan dalam komunitas mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mandian Air Hangat vs Air Dingin: Manfaat bagi Tubuh
Pencarian Faiz Hidayat 23 Tahun di Gunung Seulawah Berlanjut
Harga Emas Antam Medan Turun Rp15.000 per Gram di Medan
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Padangsidimpuan, Sumut
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Lirik Lagu Timur: Rindu dan Harapan di Jarak Jauh Menyusuri
Berita Terbaru
Embolo Hadapi Visa Darurat, Swiss Siap Piala Dunia 2026 Cepat
Real Madrid Siap Tambah Bek: Konate, Dumfries, Mourinho
Pasangan Ganda Putri Raih Kemenangan di Indonesia Open 2026
Cisco Luncurkan Foundry Security Spec untuk Keamanan AI
PMDSU 2026: Beasiswa Magister‑Doktor Terbuka, Nambah Riset
BP3D Luncurkan Program Infrastruktur di Daerah Jauh
Menteri Keuangan: Rupiah Menurun, BI Jaga Stabilitas
