Menteri Hidayat: Sampah Indonesia Bisa Tuntas dalam 3 Tahun
Gambar atau konten salah?
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menegaskan bahwa masalah sampah di Indonesia akan diselesaikan dalam tiga tahun ke depan. Ia mengungkapkan hal tersebut saat memeriksa kemajuan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Palembang, Sumatera Selatan.
Dalam kunjungannya, Jumhur menyoroti komitmen pemerintah pusat untuk memanfaatkan teknologi modern guna mengatasi sampah. Ia percaya, dengan dukungan teknologi dan kerja sama lintas sektor, masalah sampah dapat teratasi dalam waktu singkat.
“Kita punya target, dalam tiga tahun ke depan persoalan sampah di Indonesia harus bisa diselesaikan dengan baik. Ini menjadi komitmen kita bersama,” ujarnya pada hari Rabu, 06 Mei 2026.
Menurutnya, teknologi yang dipakai di proyek PSEL bukan hal baru di dunia, meski masih tergolong baru di Indonesia. “Teknologi ini di Indonesia memang baru, tapi di beberapa negara sudah sangat umum. Perusahaan yang mengerjakan ini juga sudah berpengalaman, bahkan di China bisa menangani sekitar 2.000 ton sampah per hari,” kata Jumhur kepada wartawan pada 06 Mei 2026.
Proyek PSEL di Palembang menjadi langkah strategis mengatasi sampah perkotaan, terutama di wilayah aglomerasi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya bergantung pada pemerintah kota, tetapi juga memerlukan dukungan dari pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota di sekitarnya.
“Ini tidak bisa hanya gubernur saja, perlu koordinasi dengan para wali kota di wilayah aglomerasi. Kalau semua terkoordinasi, maka persoalan sampah bisa kita selesaikan bersama,” ungkapnya.
Jumhur juga menjelaskan bahwa pemerintah pusat akan membuka peluang kolaborasi pembiayaan. Ia menyebutkan skema kerja sama melalui anggaran pemerintah, kerja sama, hingga CSR. “Kita akan lihat berbagai skema, bisa dari pusat, bisa dari CSR, yang penting kebutuhan masyarakat terpenuhi. Ini kan untuk kepentingan publik,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menginformasikan bahwa pembangunan proyek PSEL sudah mencapai 81,94 % pada 01 Maret 2026. “Alhamdulillah sudah 81,95 % bangunan PSEL Palembang, kita targetkan PSEL ini sudah beroperasi pada Oktober 2026,” kata Dewa.
Dewa menyebutkan kemungkinan proyek tersebut akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo. Kegiatan ini menandai langkah konkret pemerintah pusat dan daerah dalam mengurangi sampah dan memanfaatkan energi terbarukan.
Proyek PSEL di Palembang menunjukkan bahwa dengan teknologi yang sudah terbukti di negara lain, serta koordinasi lintas tingkat pemerintahan, Indonesia dapat memajukan solusi sampah menuju energi listrik. Kesempatan ini membuka peluang bagi sektor swasta dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gubernur Bengkulu Minta BPKAD Cepat Pencairan Gaji ke-13 ASN
Kebakaran Hutan Musi Rawas Utara Terus, Muba Terkendali
Venus & Jupiter Dekat di Langit pada 08–09 Juni 2026
Palembang Tangani 496 Kasus DBD, Dinkes Waspada Kemarau
SPMB 2026 Jambi: Mulai 8 Juni, Jalur Afirmasi & Mutasi
FESyar Sumatera 2026: Festival Ekonomi Syariah Palembang
Berita Terbaru
Busan: Tujuh Tempat Wisata Wajib bagi Para Turis 2026
UTM Dapat Izin Buka Dua Program Kedokteran, Mulai 2026/2027
PT PP & Kemen Pekerjaan Umum Selesaikan 69 SPPG dalam 37 Hari
Gubernur Bengkulu Minta BPKAD Cepat Pencairan Gaji ke-13 ASN
USU Buka Proses Banding UKT, Mahasiswa Bisa Perbaiki Tarif
PLN Junivaganza: Voucher Rp10.000 untuk Token Listrik
Gaji Tertinggi Pelatih Tim Nasional: Ancelotti Rp 182,2 M
Telkom Luncurkan AIcosystem: Ekosistem AI Jakarta Nusantara
