Menteri PU Lintas Sabo Dam Aek Tukka, Target Oktober 2026

Ani R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 114 dibaca
Bisik.id
Menteri PU Lintas Sabo Dam Aek Tukka, Target Oktober 2026

Gambar atau konten salah?

24 May 2026Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengunjungi lokasi pembangunan sabo dam di Sungai Aek Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Peninjauan ini bertujuan memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan sesuai target.

Selama kunjungan, Menteri Dody menegaskan bahwa pembangunan sabo dam adalah langkah strategis untuk menahan material sedimen, batu, kayu, dan tanah dari kawasan hulu agar tidak terbawa ke permukiman warga saat hujan deras. Ia menambahkan bahwa penanganan harus dimulai di bagian hulu aliran sungai agar material tidak terus turun ke kawasan hilir.

"Kita kerjakan semuanya. Supaya pada saat hujan deras, tanah‑tanah dari atas tidak turun. Kita tahan dulu di atas," kata Menteri Dody dalam keterangannya.

Menteri Dody optimis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada Oktober 2026. Ia menyebut tantangan utama pembangunan sabo dam berada pada penyelesaian lahan dan kondisi cuaca ekstrem yang masih terus terjadi di lapangan. Meski demikian, Kementerian PU bersama seluruh pemangku kepentingan terus mempercepat penanganan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

"Semua stakeholder terlibat, dari pusat, provinsi, hingga kabupaten. Memang kita berpacu dengan alam, tetapi kita harus optimistis bisa memberikan hasil maksimal bagi masyarakat," ujar Menteri Dody.

Pembangunan sabo dam di Sungai Aek Tukka merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU. Pembangunannya dilakukan melalui tiga komponen pekerjaan utama: pembangunan prasarana pengendalian banjir Sungai Tukka, pembangunan sabo dam Sungai Tukka, serta pembangunan pengendalian sedimen Anak Sungai Tukka (Sungai Sigala‑Gala).

Untuk paket pembangunan sabo dam di Sungai Tukka, pekerjaan dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan konsultan supervisi PT Teknika Cipta Konsultan KSO PT Gagas Alam Selaras.

Hingga minggu ke-11 pelaksanaan, progres fisik pembangunan sabo dam telah mencapai 7,1 % atau lebih tinggi dibanding rencana progres 3,8 %. Pembangunan pengendalian sedimen Anak Sungai Tukka (Sungai Sigala‑Gala) telah mencapai progres 7,9 % dari rencana 4,6 % dan pembangunan prasarana pengendalian banjir Sungai Tukka 7,8 % dari target rencana 4,6 %.

Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan struktur sabo dam, retaining wall, tanggul pengendali banjir, pengendalian sedimen, jalan inspeksi, hingga normalisasi sungai. Pada pekerjaan pengendalian banjir Sungai Tukka, progres pekerjaan tanah saat ini mencakup galian sepanjang 300 meter. Pekerjaan didukung alat berat berupa excavator long arm, excavator standar, vibro roller, dump truck, dan mixer self loader.

Menteri Dody berharap pembangunan sabo dam dan pengendalian banjir di Sungai Aek Tukka dapat meningkatkan perlindungan masyarakat dari ancaman banjir dan longsor, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukka.

"Kita semua berdoa supaya pekerjaan ini berjalan lancar dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat," ujar Menteri Dody.

Dengan progres yang sudah lebih tinggi dari target, langkah-langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat infrastruktur mitigasi bencana di wilayah Sumatera Utara. Pembangunan sabo dam di Sungai Aek Tukka diharapkan dapat menahan material sedimen dan mencegah banjir di permukiman warga, sekaligus memberikan contoh bagi proyek rehabilitasi pascabencana lainnya di Indonesia.

sabo damSungai Aek Tukkapengendalian banjirrehabilitasi pascabencanaPekerjaan Umumsedimeninfrastruktur mitigasi bencana

Komentar

Memuat komentar...