Menteri Tegur Pegawai di Lokasi Sekolah Rakyat Nganjuk

Hari W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
Menteri Tegur Pegawai di Lokasi Sekolah Rakyat Nganjuk

Gambar atau konten salah?

Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum, tiba di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk pada 11 April 2024 pukul 11.30 WIB. Ia mengenakan sarung dan langsung menegur seorang pegawai Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) bernama A Akhbar.

“Itu alasan bodoh. Nggak boleh kamu bicara seperti itu. Begitu pekerjaan ini kamu terima, itu tanggung jawabmu. Alasan bodoh itu, benar-benar bodoh itu,” kata Dody kepada A Akhbar. Nada bicara Menteri tinggi, ia menunjuk wajah bawahannya berulang kali. Ia menyinggung komitmen dan kesanggupan pegawai tersebut, menegaskan bahwa bila tidak sanggup mengerjakan, seharusnya sejak awal mengaku.

“Itu tanggung jawabmu. Kalau kamu memang nggak sanggup Juni, ya bilang nggak sanggup,” tambah Dody. A Akhbar hanya bisa diam, menanggapi dengan wajah tegang dan sesekali mengangguk, “Baik Pak.”

Setelah marah, Dody bergegas keluar dan masuk ke mobil. Ia tidak meninjau lokasi lebih lama dari lima menit sebelum meninggalkan proyek. Tidak diketahui pasti apa yang memicu kemarahannya, namun dugaan terkait progres pembangunan yang tidak sesuai target.

Proyek pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Nganjuk dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum bekerja sama dengan Kementerian Sosial. Biayanya bersumber dari APBN 2026 dengan nilai total Rp 911 miliar untuk pembangunan di Nganjuk, Ngawi, Madiun, dan Pacitan. Kontraktor utama proyek ini adalah PT Brantas Abipraya.

Inisiatif pembangunan sekolah ini merupakan bagian dari program nasional untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan di daerah. Keterlambatan progres sering menjadi sumber ketegangan antara pejabat dan tenaga kerja.

Insiden ini menyoroti pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan proyek pemerintah, serta perlunya transparansi dalam pelaporan kemajuan agar tujuan pembangunan dapat tercapai tepat waktu.

Menteri Pekerjaan UmumSekolah RakyatDody HanggodoProgres pembangunanPT Brantas AbiprayaKomunikasi koordinasiAPBN 2026Keterlambatan progres

Komentar

Memuat komentar...