Mesin Pirolisis 8 Ton/Jam dari New Zealand Hadir di Klungkung
Gambar atau konten salah?
23 April 2026 menandai kedatangan mesin pirolisis pengolah sampah dari Andersons Group, Cook Island, Selandia Baru, di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center di Klungkung, Bali. Mesin ini dirakit dalam waktu satu pekan dan akan mulai beroperasi pada awal Mei 2026.
“Merakitnya sekitar satu minggu. Awal Mei kami sudah mulai uji coba,” kata Direktur PT Bali Bersih Bersinar, Gde Kurniawan, kepada awak media. Perusahaan lokal ini mendampingi Anderson Group dalam investasi pengolahan sampah di Klungkung.
Menurut Kurniawan, mesin pirolisis ini akan menjadi percontohan pertama di Indonesia. Ia menekankan kapasitas 8 ton per jam, menjadikan mesin ini yang pertama di tanah air. “Dari kapasitas pengolahannya 8 ton per jam, ini menjadi yang pertama di Indonesia,” ujarnya. Jika proses berlangsung 10 jam, maka akan ada 80 ton sampah yang dapat diolah. “Ke depan kami maksimalkan 24 jam. Di awal bisa 100 ton per hari,” tambahnya.
Mesin yang sama telah beroperasi di Vietnam, Filipina, dan Hongkong. Kurniawan berharap sistem ini dapat menjadi contoh dalam upaya mengatasi masalah sampah yang terus berlanjut di Bali.
Pirolisis sistem Selandia Baru terdiri dari tiga mesin, salah satunya generator listrik. Generator ini tidak hanya memproduksi energi untuk mesin pengolahan, tetapi juga dapat menyalurkan listrik ke rumah-rumah penduduk di Klungkung.
Mudah-mudahan dengan mesin ini Klungkung bisa melahirkan energi listrik dari sampah, harap Kurniawan.
Di tempat yang sama, CEO Anderson Group Aaron Anderson menyatakan harapan besar terhadap teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan yang didirikan oleh ayahnya. “Saya berharap apa yang kita lakukan di sini tidak hanya menyelesaikan masalah sampah yang ada, tetapi juga berdampak lebih besar pada kehidupan sosial masyarakat,” jelasnya.
Inisiatif ini menandai langkah penting bagi Klungkung dalam memanfaatkan sampah sebagai sumber energi. Dengan kapasitas tinggi dan potensi distribusi listrik, proyek ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi tantangan pengelolaan sampah. Keberhasilan uji coba diharapkan membuka peluang lebih luas bagi penerapan teknologi pirolisis di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026