Mimi Campervan: Perjalanan Solo ke Timur Indonesia, Petualangan
Gambar atau konten salah?
Rahmi Syofia, yang lebih dikenal dengan nama Mimi Campervan, memutuskan untuk menempuh perjalanan yang tak biasa ke wilayah timur Indonesia. Perjalanan ini menjadi cara bagi dia untuk melarikan diri dari rutinitas yang monoton setelah bertahun-tahun bekerja di kantor.
Setelah bertahun-tahun menempuh pekerjaan kantor, Mimi merasa jenuh dengan kehidupan yang tampak stagnan. Pada tahun 2022, ia membuat keputusan besar: melakukan perjalanan solo menggunakan campervan. Mobil tersebut dirakit dengan anggaran yang sesuai kemampuan pada saat itu, sehingga perjalanan menjadi lebih terjangkau.
Keputusan ini tidak lah bersifat gegabah. Mimi menyiapkan segala sesuatunya dengan perhitungan matang. Ia mengingatkan bahwa perjalanan sendiri harus dibekali, tidak boleh takabur atau sok tahu. “Perjalanan sendiri juga harus dibekali, jangan takabur, jangan sok tahu. Tetap bekali diri juga, walaupun saya jalannya random bukan berarti saya tidak memperhitungkan segala sesuatunya, saya tetap memperhitungkan dengan matang baik-buruknya,” kata dia.
Ia juga menekankan pentingnya memahami kendaraan yang digunakan. “Bekali diri dengan kemampuan tadi kayak (memahami tentang) mobil gimana, terus kalau misalnya ada apa-apa saya juga punya paper spray. Saya punya golok juga saya bawa,” katanya kemudian tertawa.
Menurut Mimi, perjalanan ini memerlukan sedikit “kegilaan” yang sekaligus memicu semangat. “Ini tuh memang harus ada perhitungan ya dan sedikit kadar gila yang pasti bisa membuat memicu ya,” kata Mimi.
Di sisi finansial, Mimi menegaskan bahwa persiapan uang sangat penting. “Menurut saya finansial itu penting, punya tabungan itu wajib. Jangan sampai nanti di jalan malah jadi beban buat orang lain, punya asuransi juga,” kata dia.
Ia juga menekankan bahwa selain rintangan teknis, perjalanan ini membuka peluang untuk mengenal diri lebih dalam. “Ternyata kalau kita di melakukan perjalanan kita akan menemukan diri kita sendiri sih. Karena itu kan di luar zona nyaman kita,” ujarnya.
Untuk perempuan yang ingin memulai perjalanan solo atau mengambil keputusan besar dalam hidup, Mimi menyampaikan pesan motivasi. “Pesen saya nggak perlu nunggu orang lain atau nunggu siapapun, lu bisa kok jalan sendiri terus dengan apa yang lu miliki gitu. Saya seneng banget tuh ngeliat cewek-cewek sekarang banyak banget tuh ngelakuin traveling sendiri,” ujar dia.
Melalui kisahnya, Mimi menunjukkan bahwa persiapan matang—baik finansial, teknis, maupun mental—adalah kunci utama. Perjalanan solo tidak hanya menantang, tetapi juga memberi ruang bagi seseorang untuk mengeksplorasi potensi diri yang sebelumnya tidak disadari. Dengan tekad dan persiapan yang tepat, perjalanan ke timur Indonesia menjadi pengalaman yang memperkaya dan membuka perspektif baru bagi siapapun yang bersedia melangkah keluar dari zona nyaman.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
7 Tips Liburan Eropa Barat dari Traveler Indonesia
Pilih Kursi Pesawat: Jendela atau Lorong?
Mantan Pramugari Peringatkan Bahaya Pesan Kopi di Pesawat
Pita Warna Cerah: Cara Mudah Hindari Barang Tertinggal Hotel
Jakarta Hemat: 5 Cara Healing Tipis‑Tipis Tanpa Cuti
Staycation di Kota: 5 Cara Memaksimalkan Hotel Lokal