Minggu ke-5 Dzulhijjah: Puasa Sunnah Runtut Idul Adha

Wati N. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 100 dibaca
Bisik.id
Minggu ke-5 Dzulhijjah: Puasa Sunnah Runtut Idul Adha

Gambar atau konten salah?

Idul Adha akan tiba dalam beberapa bulan, dan umat Muslim di seluruh dunia sudah mulai menyiapkan diri untuk perayaan ini. Salah satu cara yang dianjurkan untuk meningkatkan ketakwaan dan mendapatkan pahala sebelum hari raya adalah dengan menjalankan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah.

Puasa sunnah Dzulhijjah berlangsung selama sembilan hari pertama bulan tersebut. Hari pertama sampai ketujuh merupakan puasa Dzulhijjah, hari kedelapan adalah puasa Tarwiyah, dan hari kesembilan adalah puasa Arafah. Setiap hari di antara sepuluh hari pertama ini memiliki keutamaan tersendiri, sehingga banyak orang memilih untuk berpuasa di salah satu atau beberapa hari tersebut.

Hari ke‑5 Dzulhijjah pada tahun 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 22 Mei 2026 dalam kalender Masehi. Pada hari ini, umat Islam masih berkesempatan melaksanakan puasa sunnah Dzulhijjah hari ke‑5 sebagai bagian dari persiapan menuju Idul Adha.

Untuk menjalankan puasa pada hari ke‑5, seseorang harus mengucapkan niat. Niat ini dapat dibacakan baik pada malam hari maupun pada pagi atau siang hari, karena puasa tersebut termasuk puasa sunnah.

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِى الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hadzaal-yaumi 'an adzaa'i syahri dzulhijjah sunnatan lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta'ala."

Jika seseorang lupa membaca niat pada malam hari, ia masih dapat membaca niat tersebut pada pagi atau siang hari. Namun, niat harus diucapkan sebelum waktu Zuhur, dan belum boleh makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِى الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hadzaal-yaumi 'an adzaa'i syahri dzulhijjah sunnatan lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta'ala."

Hari ke‑5 Dzulhijjah memiliki makna khusus karena dipercaya sebagai hari kelahiran Nabi Musa AS. Menurut buku Fiqih puasa karya M Hasyim Ritoga, berpuasa pada hari tersebut diyakini dapat menyelamatkan seseorang dari siksa kubur dan menghapus sifat munafik. Ini menambah motivasi bagi banyak orang untuk berpuasa pada hari ini.

Berikut beberapa keutamaan puasa di bulan Dzulhijjah, yang diambil dari laman Nahdlatul Ulama:

  • Pahala Dilipatgandakan
    Amalan ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW bersabda:
    مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
    Artinya: "Tidak ada hari‑hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan puasa satu tahun, dan satu malam melaksanakan salat malam setara dengan salat pada malam Lailatul Qadar." (HR At‑Tirmidzi)
  • Penghapus Dosa
    Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah dapat menghapus dosa selama dua tahun. Rasulullah SAW bersabda:
    صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ
    Artinya: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Sedangkan puasa Asyura (10 Muharram) dapat menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)
  • Hari Pembebasan dari Siksa Neraka
    Hari Arafah dikenal sebagai hari ketika Allah banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka. Rasulullah SAW bersabda:
    مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟
    Artinya: "Tidak ada hari ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka selain Hari Arafah. Sungguh Allah mendekat lalu membanggakan mereka di hadapan para malaikat dan berfirman: 'Apa yang mereka inginkan?'" (HR Muslim)

Dengan memahami keutamaan‑keutamaan ini, banyak orang merasa terdorong untuk berpuasa pada hari ke‑5 Dzulhijjah. Niat yang dibacakan, baik pada malam maupun pagi hari, menjadi titik awal bagi ibadah tersebut. Puasa ini tidak hanya menambah pahala, tetapi juga diyakini dapat membersihkan hati, menghapus dosa kecil, dan memberikan perlindungan dari siksa di akhirat.

Secara keseluruhan, puasa sunnah di bulan Dzulhijjah, khususnya pada hari ke‑5, menawarkan manfaat spiritual yang signifikan. Melalui niat yang tepat dan pemahaman tentang keutamaan hari tersebut, umat Muslim dapat memanfaatkan periode ini untuk memperkuat hubungan dengan Allah, meningkatkan ketakwaan, dan mempersiapkan diri menghadapi perayaan Idul Adha dengan hati yang bersih dan penuh rasa syukur.

Idul AdhaPuasa Sunnah DzulhijjahHari ke‑5 DzulhijjahNiat PuasaKeutamaan ArafahPenghapus DosaPahala Dilipatgandakan

Komentar

Memuat komentar...