Mobil Boks Terbengkalai Belasan Tahun di Bandung Ganggu Lalu Lintas
Gambar atau konten salah?
Di Jalan Gumuruh, Kota Bandung, sebuah mobil boks berwarna kuning menjadi perhatian. Bukan karena modelnya yang lawas atau warnanya yang mencolok. Tapi karena mobil itu sudah lama terbengkalai di tempat yang sama.
Mobil boks merek Mercedes-Benz itu sudah dipenuhi coretan vandalisme. Kondisinya mati total. Sudah bertahun-tahun tidak ada yang mengambilnya. Bagi warga sekitar, keberadaan mobil ini sudah jadi pemandangan biasa.
Rendi (35) mengingat mobil itu sudah ada sejak ia masih sekolah. "Mobil boks itu mah dari saya masih sekolah juga udah ada di sana. Belasan tahun lah berarti gitu aja," katanya.
Jalan Gumuruh sendiri bukan jalur utama. Biasanya dipakai sebagai jalur pintas menuju kawasan Gatot Subroto atau Jalan Ibrahim Adjie. Mobil itu diparkir mepet ke bahu jalan. Rumah di depannya kosong tanpa penghuni.
Tapi menurut Rendi, mobil itu tetap mengganggu lalu lintas. Pengaspalan jalan pun terhambat karena mobil boks tersebut menghalangi. "Yang waktu itu ngaspal di sini kan enggak bisa sampe ujung bahu jalannya, soalnya ada mobil itu. Akhirnya ya cuma di tengahnya aja," ujarnya.
Situasi makin parah saat jam sibuk. Jalan yang sempit dipadati pengendara yang memotong jalan. "Kalau ada mobil papasan, itu harus ada yang ngalah dulu. Jadinya bikin macet. Penginnya sih ada yang angkut yah, biar jalannya kalau pas rame di sini jadi lancar," pungkas Rendi.
Fitra (25), warga lainnya, juga merasakan hal yang sama. Ia mengaku kesal karena jalan di dekat rumahnya sering macet akibat mobil itu. "Sebetulnya di jalan sini itu enggak boleh ada yang parkir. Tapi kalau mobil itu, kita kan enggak tahu pemiliknya siapa. Udah lama atuh, mang, mau dipindahin juga kita bingung ke mana," pungkasnya.
Mobil boks itu sudah jadi bagian dari lanskap Jalan Gumuruh. Selama belasan tahun, tidak ada yang bertanggung jawab. Sementara warga hanya bisa berharap ada yang mengambilnya agar jalanan tidak lagi macet.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Impor Minyak Rusia 150 Juta Barel untuk Cadangan Energi
Petugas Kempeskan Ban Truk Antre BBM di Manado
Danantara Tunggu Arahan Soal Dana PFII
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
S&P Nilai Danantara Dorong Daya Saing BUMN
