Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
Gambar atau konten salah?
Pada 03 Juni 2026, lembaga pemeringkat global Moody's Ratings mengumumkan peringkat kredit Baa2 dengan outlook negatif untuk PT Danantara Investment Management (Persero). Peringkat ini berlaku untuk semua rating yang diberikan, menegaskan sikap negatif terhadap prospek keuangan perusahaan.
"Peringkat Baa2 dengan outlook negatif untuk Danantara Investment Management sejalan dengan peringkat sovereign Indonesia, didukung hubungan kredit yang kuat, termasuk struktur kepemilikan dalam kerangka Danantara, serta harapan kami akan dukungan luar biasa dari pemerintah yang diberikan secara tepat waktu," kata Chua dalam laporan yang dikutip Rabu (3/6/2026).
Moody's classified Danantara Investment Management as a Government‑Related Entity (GRI) and used an top‑down approach in the rating process.
Moody's tidak memberikan Baseline Credit Assessment (BCA) karena perusahaan masih berada pada tahap awal pengembangan, memiliki rekam jejak yang terbatas, serta belum memiliki operasi mandiri yang signifikan.
Sebagaimana diketahui, Danantara Investment Management dibentuk berdasarkan Undang‑Undang Nomor 16 Tahun 2025 sebagai bagian dari struktur kelembagaan Danantara yang berfokus sebagai entitas pengelola investasi yang menjalankan strategi penempatan modal dan eksekusi investasi.
Moody's menilai kerangka hukum yang ada makin memperkuat hubungan tersebut karena Danantara Investment Management dimiliki sepenuhnya oleh BPI Danantara dan setiap perubahan kepemilikan harus dilakukan melalui perubahan undang‑undang.
Selain faktor kepemilikan, Moody's juga menyoroti tingginya tingkat pengawasan pemerintah terhadap operasional dan pengambilan keputusan investasi perusahaan. Integrasi tata kelola dinilai tercermin dari keterkaitan antara jajaran manajemen dan dewan di Danantara dengan Danantara Investment Management.
"Keterkaitan manajemen senior dan representasi dewan antara BPI Danantara dan DIM mendukung keselarasan strategi serta pelaksanaan investasi," tulis Moody's.
Peringkat Baa2 negative outlook menegaskan bahwa meski terdapat dukungan kuat dari pemerintah, kinerja kredit independen Danantara masih terbatas karena belum memiliki rekam jejak yang kuat.
Peringkat ini menunjukkan bahwa hubungan erat dengan pemerintah menjadi faktor utama dalam penilaian kredit, sementara perusahaan masih dalam tahap awal pengembangan sehingga belum menunjukkan kinerja keuangan mandiri yang signifikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rupiah Jatuh ke 14.000 per SGD, Pasar Saham Turun 5,2%
IHSG Menurun ke Zona Merah, Turun 1,46% ke 5.854 di Bursa
KAI-INKA Merger Selesai Tahun Ini, Menjadi Holding Subholding
Trump Menandatangani Perintah Pemutusan Pegawai Tinggi
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
PPh Final 0,5% Permanen, PT Non‑Perorangan Dikeluarkan
Berita Terbaru
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Indonesia Open 2026: 16 Besar di Istora Senayan, Menang
Prabowo Buka Penerbangan Bandara Bandung & Yogyakarta
Messi Terima Penghargaan Putri Asturias di Kansas City
Garuda Muda vs Timor Leste: Piala AFF 2026 di Sumut
Safari Apple: Kecepatan, Baterai, dan Privasi Unggul
Rupiah Jatuh ke 14.000 per SGD, Pasar Saham Turun 5,2%
