MSCI Tunda Peninjauan Indeks Saham Indonesia Dihentikan

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 95 dibaca
Bisik.id
MSCI Tunda Peninjauan Indeks Saham Indonesia Dihentikan

Gambar atau konten salah?

MSCI kembali menunda peninjauan indeks saham Indonesia yang dijadwalkan pada Mei 2026. Keputusan ini menandai pembekuan rebalancing dan penambahan saham dalam indeks. Selain itu, perusahaan penyedia indeks akan mengeluarkan semua saham Indonesia yang dikategorikan sebagai high shareholding concentration (HSC).

Menanggapi langkah tersebut, Jeffrey Hendrik, Penjabat Sementara Direktur Utama BEI, menyatakan akan terus berkomunikasi dengan penyedia indeks. Ia menegaskan, “kami akan terus berkomunikasi dengan index provider. Kami juga akan terus berkomunikasi dengan investor global untuk memperoleh masukan untuk penguatan pasar modal ke depan,” kata Jeffrey dalam keterangannya pada Selasa, 21 April 2026.

Jeffrey mengaku telah menemui jajaran MSCI pada 16 April 2026. Ia tidak mengungkap detail isi pertemuan, namun menegaskan komitmen untuk terus berdialog dengan semua pemangku kepentingan pasar modal guna memperkuat ekosistem. Ia menambahkan bahwa MSCI telah menerima empat proposal reformasi pasar modal yang telah disampaikan oleh BEI.

Menurut Jeffrey, MSCI mengakui inisiatif yang telah dilakukan pasar modal Indonesia. Ia mengutip, “kami mengapresiasi bahwa 4 proposal yang telah kami deliver di-acknowledge oleh MSCI,” pungkasnya.

Keputusan MSCI juga mencakup pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS). Perusahaan tidak menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI) dan tidak menaikkan klasifikasi ukuran saham ke segmen yang lebih besar, termasuk pergerakan dari Small Cap ke Standard.

Selama proses ini, MSCI sedang menilai aksesibilitas investasi di pasar modal Indonesia. Sebagai bagian dari peninjauan, perusahaan akan mengeluarkan saham yang masuk kategori HSC. MSCI berencana untuk terus menjalin komunikasi dengan pelaku pasar dan otoritas terkait, serta menerima masukan mengenai data dan indikator baru yang diperkenalkan, termasuk efektivitasnya dalam menentukan free float dan kelayakan investasi.

Informasi lebih lanjut akan disampaikan dalam Tinjauan Aksesibilitas Pasar yang dijadwalkan pada Juni 2026. Langkah ini menandai upaya berkelanjutan untuk menyesuaikan indeks dengan kondisi pasar modal Indonesia.

MSCIindeks saham Indonesiarebalancinghigh shareholding concentrationBEIpasar modalForeign Inclusion FactorsSmall Cap

Komentar

Memuat komentar...