Niat Sholat Idul Adha: Imam dan Makmum, Jumlah Takbir

Ika P. · 2 min baca · 16 hari lalu · 32 dibaca
Bisik.id
Niat Sholat Idul Adha: Imam dan Makmum, Jumlah Takbir

Gambar atau konten salah?

Idul Adha merupakan hari raya kurban yang diperingati umat Islam. Pada hari tersebut, sholat Idul Adha menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Sebelum melaksanakan sholat, penting untuk mengetahui bacaan niat sholat Idul Adha, baik bagi yang melaksanakan sebagai imam maupun makmum.

Seperti ibadah lainnya, niat menjadi penentu awal pelaksanaan sholat Idul Adha. Niat yang tepat membedakan satu ibadah dari ibadah lainnya. Ketika sholat dilaksanakan berjemaah, posisi seseorang—apakah menjadi imam atau makmum—menentukan bacaan niat yang diucapkan.

Menurut Saiful Hadi El Sutha dalam buku Buku Panduan Sholat Lengkap, lafaz niat sholat Idul Adha bagi makmum adalah:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْأَصْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى. Ushallii sunnatan li 'lidil Adhhaa rak'ataini makmuuman lillaahi Ta'aalaa. Artinya: Aku berniat mengerjakan sholat sunnah Idul Adha sebanyak dua raka’at, sebagai makmum, karena Allah Ta’ala.

Untuk imam, lafaz niatnya berbeda sedikit:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْأَصْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى. Ushallii sunnatan li 'lidil Adhhaa rak'ataini imaaman lillaahi Ta'aalaa. Artinya: Aku berniat mengerjakan sholat sunnah Idul Adha sebanyak dua raka’at, sebagai imam, karena Allah Ta’ala.

Perbedaan utama dalam sholat Idul Adha dibandingkan sholat biasa terletak pada jumlah takbir. Mayoritas ulama berpendapat bahwa pada raka’at pertama ada tujuh kali takbir, sedangkan pada raka’at kedua hanya lima kali takbir sebelum membaca Surah Al‑Fatihah. Pendapat ini dianut oleh mayoritas sahabat Nabi, para tabi’in, fuqaha tujuh di Madinah, hingga Khalifah Umar bin Abdul Aziz, dan juga Imam Syafi'i serta Imam Malik.

Namun, terdapat rincian yang berbeda antara Imam Malik dan Imam Syafi'i. Imam Malik menilai tujuh takbir pada raka’at pertama sudah termasuk takbiratul ihram, sedangkan Imam Syafi'i berpendapat tujuh takbir tersebut tidak termasuk takbiratul ihram. Selain itu, Imam Malik hanya mewajibkan mengangkat tangan pada takbir pertama di raka’at pertama, sedangkan takbir berikutnya tidak perlu disertai angkat tangan.

Di sela-sela takbir, bacaan yang diulang berulang kali adalah:

سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ. Subhaanallaahi wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar. Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar.

Berikut tata cara sholat Idul Adha secara terperinci:

Raka’at pertama:

1. Membaca niat; 2. Takbiratul ihram; 3. Membaca doa iftitah; 4. Takbir tambahan sebanyak (7 kali), di setiap jeda takbir membaca bacaan di atas; 5. Membaca Surah Al‑Fatihah; 6. Membaca Surah Al‑A’la; 7. Rukuk; 8. I’tidal; 9. Sujud pertama; 10. Duduk di antara dua sujud; 11. Sujud kedua; 12. Berdiri dan takhir intiqal (takbir yang mengiringi bangun dari posisi duduk ke posisi berdiri).

Raka’at kedua:

1. Takbir sebanyak 5 kali, di setiap jeda takbir dengan doa yang sama seperti di raka’at pertama; 2. Membaca Surah Al‑Fatihah; 3. Membaca Surah Al‑Ghasyiyah; 4. Rukuk; 5. I’tidal; 6. Sujud pertama; 7. Duduk di antara dua sujud; 8. Sujud kedua; 9. Duduk tasyahud akhir; 10. Salam.

Dengan mengikuti bacaan niat, takbir, dan urutan sholat yang telah dijelaskan, pelaksanaan sholat Idul Adha dapat dilakukan dengan benar. Praktik ini membantu jamaah menjaga konsistensi ibadah dan memperkuat rasa keimanan.

Idul Adhasholat sunnahniat sholattakbirimammakmumSurah Al‑Fatihah

Komentar

Memuat komentar...