Nintendo Akui Krisis Kartu Pokemon, 10 Miliar Cetakan Tak Cukup
Gambar atau konten salah?
Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, buka suara soal kelangkaan kartu Pokemon yang kian parah. Harga jual dari para pengecer melonjak drastis. Padahal, tahun lalu saja sudah dicetak 10 miliar kartu.
Setiap kali kartu Pokemon baru diluncurkan, stok langsung habis. Pembelinya bukan penggemar biasa. Justru para pengecer yang memborong dalam jumlah besar. Mereka lalu menjualnya kembali dengan harga jauh di atas harga resmi.
Kondisi ini memicu tindak kejahatan. Kasus pencurian kartu Pokemon makin sering terjadi. Salah satu contohnya dialami sebuah toko di Manhattan. Kerugiannya mencapai USD 100 ribu, atau sekitar Rp 1,7 miliar.
Pencurian itu berlangsung sangat cepat. Pelaku hanya butuh tiga menit. Mereka memecahkan kaca etalase sambil menodongkan senjata ke arah karyawan dan pengunjung. Semua orang hanya bisa diam. Kartu-kartu berharga tinggi pun raib.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Furukawa mengakui perusahaannya sadar akan masalah ini. Kartu Pokemon edisi terbatas dibeli dalam jumlah besar oleh segelintir orang. Lalu dijual kembali dengan harga selangit di pasar sekunder. Nintendo, katanya, sedang mencari cara untuk mengatasinya.
"Sebagai tanggapan, The Pokemon Company mengambil berbagai langkah, termasuk penjualan berdasarkan pesanan dan perjanjian dengan operator pasar online. Untuk undian prioritas online untuk produk tertentu, saya memahami bahwa The Pokemon Company juga berencana untuk menggunakan metode verifikasi akun yang memanfaatkan Kartu Nomor Saya [kartu identitas resmi yang dikeluarkan pemerintah Jepang]," jelas Furukawa, seperti dikutip IGN, Senin 6 Juli 2026.
Furukawa juga sudah berkomunikasi dengan The Pokemon Company. Mereka mencari cara yang tepat agar produk sampai ke tangan konsumen yang benar. "Kami percaya bahwa The Pokemon Company akan terus mengambil langkah-langkah untuk menanggapi masalah ini," pungkasnya.
Sebenarnya The Pokemon Company sudah berusaha memenuhi permintaan. Mereka baru saja merilis angka produksi yang mencengangkan. Hingga kini, total kartu yang sudah diproduksi mencapai 85 miliar. Pada 2025 saja, mereka mencetak 10 miliar kartu. Jumlah itu melebihi populasi manusia di bumi. Tapi tetap saja belum cukup.
Masalah ini bukan sekadar soal mainan. Kartu Pokemon sudah menjadi komoditas bernilai tinggi. Kelangkaan buatan akibat ulah pengecer membuat harga melambung. Nintendo dan The Pokemon Company kini harus berpikir keras. Mereka perlu sistem distribusi yang lebih adil. Verifikasi akun dan penjualan berdasarkan pesanan adalah beberapa langkah awal. Tapi efektivitasnya masih harus dibuktikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
UBTech Rilis Robot Humanoid U1, Teman AI untuk Lawan Kesepian
Meteor Besar Melintas di Langit Jawa
Telkomsel Raih Tiga Penghargaan Global di Denmark
Meta Terancam Denda Rp191 Triliun karena Bikin Kecanduan
Empat Negara Tuntut Meta Denda Rp 22.000 Triliun
Ular Betina Ini Bisa Berkembang Biak Tanpa Kawin
Berita Terbaru
Gapasdap Desak Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Masuk PSN
5 Kreasi Bubur Ayam Unik di Indonesia
4 Skenario Final Piala Dunia 2026: Semua Juara Lama
Ancaman Bom di Sekolah Jakarta, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Enam Maskapai Siap Terbang dari Bandara Husein Bandung Lagi
SDN Gunungsari 4 Hanya Terima 8 Siswa Baru
Kontroversi Wasit Warnai Inggris vs Argentina
