NTT Resmikan Pabrik Kelor, UMKM Produksi Beragam Produk

Eko P. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
NTT Resmikan Pabrik Kelor, UMKM Produksi Beragam Produk

Gambar atau konten salah?

Denpasar – Pernahkah Anda mendengar peribahasa “dunia tidak selebar daun kelor”? Peribahasa ini bermakna dunia sangat luas, tidak sempit atau terbatas. Tanaman kelor memang memiliki daun kecil, namun di balik ukuran tersebut tersembunyi banyak manfaat.

Tanaman ini, dengan nama ilmiah Moringa oleifera, termasuk keluarga Moringaceae. Ia tumbuh cepat, dapat bertahan lama, berbunga sepanjang tahun, dan tahan panas. Asal-usulnya berada di daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan. Tinggi tanaman kelor berkisar 7 hingga 11 meter. Warna batangnya putih kotor, permukaan kasar, dan cenderung tumbuh lurus. Daun kelor bersifat majemuk, bertangkai panjang, bersusun seling, dan helainya berwarna hijau saat muda.

Penelitian tentang tanaman ini telah berlangsung selama beberapa dekade. Hasilnya menunjukkan bahwa daun kelor memiliki manfaat kesehatan yang signifikan. Karena itu, pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, mulai memperhatikan potensi ekonomi tanaman ini. Pada 9 September 2025, pabrik kelor pertama di NTT diresmikan. Selain itu, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut mengolah berbagai produk berbahan dasar kelor.

Berikut adalah produk-produk UMKM yang menggunakan kelor sebagai bahan utama:

  • Serbuk Daun Kelor – Jika Anda sedang melakukan diet sehat, serbuk daun kelor bisa menjadi pilihan. Kandungan vitamin A dan C, kalsium, kalium, protein, dan asam amino membantu menjaga kesehatan jantung serta menurunkan kolesterol. Produk ini praktis dan mudah dibuat sendiri: keringkan daun tanpa sinar matahari langsung, tumbuk hingga halus, lalu campurkan ke smoothie atau taburan makanan. Saat berkunjung ke NTT, Anda dapat membeli produk ini di toko oleh‑oleh atau melalui aplikasi belanja daring.
  • Teh Daun Kelor – Teh berbahan kelor semakin diminati. Untuk membuatnya di rumah, pilih daun muda berwarna hijau, cuci bersih, jemur di tempat teduh selama tiga hari hingga kering. Potong atau rendam daun, lalu seduh dengan air panas. UMKM bernama Kelorku menjual satu pack teh celup daun kelor seharga Rp 20 ribu.
  • Biskuit Daun Kelor – Biskuit menjadi camilan favorit anak-anak. Perpaduan biskuit dengan daun kelor menghasilkan produk yang menggugah selera. Penelitian oleh Jihan Maghfiroh Velayati, dkk (2023) menunjukkan bahwa biskuit fortifikasi daun kelor dapat mendukung suplementasi gizi anak. Beberapa kedai kopi modern juga menyajikan biskuit ini sebagai pendamping kopi.
  • Brownies Daun Kelor – Brownies awalnya dianggap gagal karena tidak mengembang seperti kue biasa. Namun, dengan inovasi resep, brownies menjadi varian kue yang populer. Studi oleh Thompson dan Trimandala (2024) menunjukkan brownies daun kelor memiliki variasi rasa lebih luas dan dapat diterima oleh panelis serta potensi di industri perhotelan sebagai hidangan penutup.
  • Minyak Kelor – Biji kelor juga dapat diolah menjadi minyak. Prosesnya dimulai dari pemilihan biji, pengupasan, pengeringan di dalam ruangan pada suhu 35 derajat Celsius selama tiga hari, lalu pengambilan minyak. Minyak kelor memiliki warna keemasan dan diminati di luar negeri, seperti Filipina, Jepang, Korea Selatan, India, dan beberapa negara Eropa. Minyak ini dijual di aplikasi belanja daring dengan kemasan 20 ml hingga 100 ml.
  • Masker Wajah – Serbuk daun kelor dapat dicampur dengan madu dan air mawar, diaduk hingga kental, lalu dioleskan ke wajah. Hindari area mata, hidung, dan mulut. Manfaat masker ini meliputi mengatasi jerawat, mencegah bekas jerawat, mencerahkan kulit, mencegah penuaan kulit, dan bahkan mencegah kanker kulit.

Setiap produk memanfaatkan sifat nutrisi tinggi dan antioksidan yang terkandung dalam kelor. Dari vitamin hingga mineral, serta komponen bioaktif, tanaman ini menawarkan solusi alami bagi kesehatan dan kecantikan. Selain itu, potensi ekonomi yang besar membuatnya menjadi fokus pengembangan di wilayah tropis.

Perkembangan industri kelor di NTT juga menandai langkah penting dalam diversifikasi ekonomi daerah. Pabrik pertama yang diresmikan pada 9 September 2025 menjadi tonggak awal, sementara UMKM terus berinovasi untuk memenuhi permintaan pasar lokal dan internasional. Dengan berbagai produk mulai dari serbuk, teh, hingga minyak, kelor menunjukkan fleksibilitas tinggi dalam aplikasi.

Secara keseluruhan, tanaman kelor tidak hanya sekadar tanaman hias atau bahan makanan biasa. Ia menjadi sumber nutrisi, produk kecantikan, dan peluang bisnis. Keberagaman produk yang dihasilkan menegaskan bahwa satu tanaman dapat berkontribusi pada kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah. Dengan demikian, peribahasa “dunia tidak selebar daun kelor” mencerminkan potensi luas yang tersembunyi di balik daun kecil tersebut.

Moringa oleiferaNTTUMKMserbuk daun kelorteh daun kelorminyak kelormasker wajahpotensi ekonomi

Komentar

Memuat komentar...