Ogan Komering Ulu: Banjir Nasional Didorong Box Culvert

Hari W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 47 dibaca
Bisik.id
Ogan Komering Ulu: Banjir Nasional Didorong Box Culvert

Gambar atau konten salah?

Di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, terjadi serangkaian banjir yang semakin merusak fasilitas publik. Salah satu titik rawan banjir terletak di Kantor KUA Baturaja Timur, Stiker Al Ma'arif, dan di jalan lintas Sumatera. Setiap kali hujan deras, air menembus jalan dan menenggelamkan rumah serta sekolah.

Kepala Pusdalops BPBD OKU Gunalfi menegaskan bahwa penanganan banjir dimulai secara bertahap, dimulai dari Kelurahan Sukaraya. Di sana, kantor, sekolah, dan akses jalan nasional sering kali terendam air. “Kita sudah melakukan rakor bersama pihak dan stakeholder terkait. Antisipasi penanganan banjir akan dilakukan pembongkaran dan pemasangan box culvert di bawah kolam lintas di wilayah Kelurahan Sukaraya,” ujarnya pada 31 Maret 2026.

Sejak lama, tim BPBD OKU hanya menggunakan pompa untuk menurunkan air. Namun, metode ini tidak memberikan solusi jangka panjang. Kini, rencana permanen adalah memasang box culvert di bawah kolam lintas. Pemasangan ini akan dilakukan oleh BPJN Sumsel, pihak yang bertanggung jawab atas jalan nasional. Tim Satgas Bansor sudah melakukan pendampingan di lokasi pemasangan.

Gunalfi menjelaskan bahwa banjir di Baturaja Timur disebabkan hujan deras pada 28-29 Maret 2026. Data terbaru menunjukkan 90 jiwa terdampak, setara dengan 25 keluarga. Rumah yang terkena banjir mencapai 30 unit, sementara 6 ruangan di Stiker Al Ma'arif dan kantor KUA Baturaja Timur juga terendam. Ketinggian air di daerah ini berkisar antara 50–100 cm. Di jalan nasional, banjir mencapai 30 meter di akses Jalan Dr M Hatta dan 80 meter di Jalan Pancur. Kerugian total diperkirakan mencapai Rp 102 juta.

Walaupun air mulai surut, genangan masih menutupi sebagian wilayah. Tim gabungan masih melakukan penyedotan air. Di Kelurahan Sukajadi, beberapa pohon tumbang akibat angin kencang. Pihak warga bersatu membersihkan puing-puing, sementara korban luka atau meninggal belum dilaporkan.

Secara keseluruhan, upaya penanganan banjir di OKU melibatkan koordinasi antara BPBD OKU, BPJN Sumsel, dan masyarakat. Pemasangan box culvert diharapkan dapat menurunkan frekuensi banjir di masa depan, sambil menjaga akses jalan dan fasilitas publik tetap terjaga.

Ogan Komering UluBanjirBox CulvertBPBD OKUJalan NasionalKUA Baturaja Timur

Komentar

Memuat komentar...