Ogan Komering Ulu: Banjir Nasional Didorong Box Culvert
Gambar atau konten salah?
Di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, terjadi serangkaian banjir yang semakin merusak fasilitas publik. Salah satu titik rawan banjir terletak di Kantor KUA Baturaja Timur, Stiker Al Ma'arif, dan di jalan lintas Sumatera. Setiap kali hujan deras, air menembus jalan dan menenggelamkan rumah serta sekolah.
Kepala Pusdalops BPBD OKU Gunalfi menegaskan bahwa penanganan banjir dimulai secara bertahap, dimulai dari Kelurahan Sukaraya. Di sana, kantor, sekolah, dan akses jalan nasional sering kali terendam air. “Kita sudah melakukan rakor bersama pihak dan stakeholder terkait. Antisipasi penanganan banjir akan dilakukan pembongkaran dan pemasangan box culvert di bawah kolam lintas di wilayah Kelurahan Sukaraya,” ujarnya pada 31 Maret 2026.
Sejak lama, tim BPBD OKU hanya menggunakan pompa untuk menurunkan air. Namun, metode ini tidak memberikan solusi jangka panjang. Kini, rencana permanen adalah memasang box culvert di bawah kolam lintas. Pemasangan ini akan dilakukan oleh BPJN Sumsel, pihak yang bertanggung jawab atas jalan nasional. Tim Satgas Bansor sudah melakukan pendampingan di lokasi pemasangan.
Gunalfi menjelaskan bahwa banjir di Baturaja Timur disebabkan hujan deras pada 28-29 Maret 2026. Data terbaru menunjukkan 90 jiwa terdampak, setara dengan 25 keluarga. Rumah yang terkena banjir mencapai 30 unit, sementara 6 ruangan di Stiker Al Ma'arif dan kantor KUA Baturaja Timur juga terendam. Ketinggian air di daerah ini berkisar antara 50–100 cm. Di jalan nasional, banjir mencapai 30 meter di akses Jalan Dr M Hatta dan 80 meter di Jalan Pancur. Kerugian total diperkirakan mencapai Rp 102 juta.
Walaupun air mulai surut, genangan masih menutupi sebagian wilayah. Tim gabungan masih melakukan penyedotan air. Di Kelurahan Sukajadi, beberapa pohon tumbang akibat angin kencang. Pihak warga bersatu membersihkan puing-puing, sementara korban luka atau meninggal belum dilaporkan.
Secara keseluruhan, upaya penanganan banjir di OKU melibatkan koordinasi antara BPBD OKU, BPJN Sumsel, dan masyarakat. Pemasangan box culvert diharapkan dapat menurunkan frekuensi banjir di masa depan, sambil menjaga akses jalan dan fasilitas publik tetap terjaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pertamina Dukung Konservasi Lebah di P4S Lembah Suhita
Jadwal Puasa Sunnah Muharram 1448: Asyura, Tasu'a & Lainnya
BPUPKI: Lembaga Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Bazar Buku Internasional di Palembang Tawarkan Promo Besar
Musi Banyuasin Jadi Pusat Koordinasi Pencegahan Karhutla 2026
Bupati Empat Lawang Tegaskan Anti KKN, Panggil Warga Awasi
Berita Terbaru
Minuman Manis Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Studi Jangka Panjang
Cuaca Jawa Timur 12 Juni 2026: Hujan Ringan, Kabut, Berawan
Indonesia U-19 Kalah 1-0 di Semi Final Piala AFF 2026
Penyerapan Pupuk Subsidi di Bandung Terhambat El Nino
Jadwal Sholat Jumat 12 Juni 2026 di 38 Wilayah Jawa Timur
Pertamina Dukung Konservasi Lebah di P4S Lembah Suhita
Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan Stadion Azteca
Piala Dunia 2026: Belanda Siap Menjadi Juara di Format Baru
Jadwal Puasa Sunnah Muharram 1448: Asyura, Tasu'a & Lainnya
