OJK Siap Mitigasi Risiko Penurunan Bobot IHSG Setelah MSCI
Gambar atau konten salah?
Permintaan transparansi dan kebijakan tambahan dari penyedia indeks saham global, MSCI, dapat menurunkan bobot IHSG. Risiko ini muncul setelah diberlakukannya aturan baru bagi emiten Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak menolak kemungkinan penurunan bobot tersebut. Empat permintaan transparansi yang diajukan OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) ke MSCI mendorong investor melakukan penyesuaian portofolio di pasar modal. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, “Dalam konteks ini potensi dampak yang dapat muncul antara lain misalnya penyesuaian portofolio yang tentu serta-merta diselaraskan oleh para investor kita, baik investor domestik maupun global. Dan ini tentu berpotensi memicu tekanan jual untuk sementara waktu,” ungkapnya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner secara virtual, Senin (6/4/2026).
Hasan menambahkan bahwa penyesuaian portofolio ini dapat memicu keluar‑masuk dana asing dan meningkatkan volatilitas pasar. Ia menyebut, “Ada juga potensi outflow misalnya pada periode‑periode rebalancing terutama di waktu‑waktu awal ini. Serta kemungkinan terus terjadi peningkatan volatilitas untuk sementara waktu dan pelebaran antara bid ask spread pada saham‑saham tertentu. Nah khususnya tentu yang sebelumnya memiliki keterbatasan likuiditas,” jelasnya.
Meski demikian, Hasan meyakini bahwa kondisi ini merupakan konsekuensi logis dari reformasi pasar modal domestik. Ia menegaskan bahwa dampak tersebut bersifat sementara dan OJK serta BEI sedang menyiapkan langkah mitigasi. Salah satu langkah terukur yang sudah disiapkan OJK adalah dorongan implementasi kebijakan free float yang meningkat menjadi minimum 15%. Free float ini akan berjalan beriringan dengan penguatan peran investor dari sisi permintaan.
OJK juga memperkuat stabilitas melalui pengetatan pengawasan. Selain itu, OJK terus membangun komunikasi dengan seluruh penyedia indeks saham global untuk menyampaikan progres reformasi. “Kami tidak hanya menyampaikan sebatas rencana dan wacana tapi terus menunjukkan komitmen melalui implementasi nyata yang bersifat struktural,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, OJK berharap dapat mengurangi risiko penurunan bobot IHSG dan menjaga pasar modal Indonesia tetap transparan, likuid, dan kredibel. Arah kebijakan ini akan terus dilakukan secara konsisten untuk memperkuat kualitas integritas di pasar modal.
Secara keseluruhan, OJK menanggapi potensi penurunan bobot indeks dengan menyiapkan mitigasi terukur, memperkuat pengawasan, dan menjaga komunikasi terbuka dengan penyedia indeks. Dampak sementara seperti tekanan jual dan volatilitas diharapkan dapat diminimalkan melalui kebijakan free float dan koordinasi yang lebih erat antara regulator dan pelaku pasar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
