OKU Usung Teknologi RDF, Sampah Jadi Sumber Pendapatan

Rudi H. · 3 min baca · 11 hari lalu · 53 dibaca
Bisik.id
OKU Usung Teknologi RDF, Sampah Jadi Sumber Pendapatan

Gambar atau konten salah?

Di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, pemerintah daerah mulai serius mencari solusi modern untuk mengatasi masalah sampah yang selama ini menjadi beban.

Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah di RDF Plant Jakarta dan Saringan Sampah TB Simatupang. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut penjajakan kerja sama antara Pemkab OKU dengan PT Asiana Technologies Lestary, perusahaan yang mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF).

Selama peninjauan, Teddy melihat proses pengolahan sampah yang sebelumnya menumpuk di landfill kemudian diubah menjadi bahan bakar pengganti energi fosil yang digunakan industri semen. Sistem ini diklaim dapat berjalan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain itu, pemerintah daerah tidak perlu mengeluarkan biaya operasional pengolahan sampah seperti pola konvensional selama ini.

"Selama ini pengelolaan sampah menjadi persoalan klasik hampir di semua daerah, termasuk di OKU. Sistem lama membutuhkan biaya besar dan hasilnya belum maksimal. Karena itu kami melihat teknologi RDF ini sangat potensial diterapkan di daerah," katanya kepada wartawan, 24 Mei 2026.

Menurut Teddy, teknologi RDF bukan hanya mampu mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Dalam skema kerja sama yang ditawarkan, perusahaan akan menyewa lahan milik pemerintah daerah yang berada di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan demikian, daerah akan memperoleh tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari penyewaan lahan tersebut.

"Ini yang menarik. Pemerintah daerah tidak keluar biaya operasional dari APBD, tetapi justru bisa mendapat pemasukan dari sewa lahan. Jadi sampah bukan lagi menjadi beban, melainkan bisa menjadi berkah bagi daerah," ungkapnya.

Teddy menegaskan bahwa persoalan sampah harus diselesaikan menggunakan pendekatan teknologi modern yang ramah lingkungan dan berorientasi jangka panjang. Ia mengatakan, jika sistem RDF nantinya diterapkan di Kabupaten OKU, maka volume sampah yang masuk ke TPA diperkirakan dapat berkurang drastis. Selain membuat lingkungan lebih bersih, hasil pengolahan sampah juga dapat dimanfaatkan industri sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.

"Kami ingin pengelolaan sampah di OKU tidak lagi sekadar buang dan timbun. Harus ada nilai ekonominya, ada manfaat lingkungannya, dan tentu berkelanjutan," tegas Teddy.

Sementara itu, Kepala Penjualan Domestik & Internasional PT Asiana Technologies Lestary, Boris Evan, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh rencana kerja sama dengan Pemkab OKU. Menurut Boris, teknologi RDF saat ini menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah yang mulai banyak diterapkan di berbagai daerah karena mampu mengurangi ketergantungan terhadap metode landfill.

"Kami melihat Kabupaten OKU memiliki potensi besar untuk pengembangan RDF. Apalagi pemerintah daerah menunjukkan komitmen serius dalam penanganan sampah berbasis teknologi," kata Boris. Ia berharap proses pembahasan kerja sama dapat segera ditindaklanjuti sehingga pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu di OKU bisa segera direalisasikan.

"Harapan kami, OKU nantinya bisa menjadi salah satu daerah percontohan pengelolaan sampah modern berbasis RDF di Sumatera Selatan," ujarnya.

Rencana kerja sama tersebut selanjutnya akan dibahas lebih detail bersama Dinas Lingkungan Hidup dan sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemkab OKU. Pembahasan akan mencakup skema kerja sama, kesiapan lokasi, hingga tahapan pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu.

Dengan pendekatan ini, OKU berupaya mengubah sampah dari beban menjadi sumber ekonomi dan lingkungan. Teknologi RDF menawarkan solusi yang tidak memerlukan biaya operasional tambahan dari APBD, sekaligus menambah pendapatan daerah melalui sewa lahan. Jika berhasil, OKU dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Sumatera Selatan dalam mengelola sampah secara modern dan berkelanjutan.

SampahRDFOKUPengelolaanPemerintahBiaya OperasionalPendapatan DaerahTeknologi Modern

Komentar

Memuat komentar...