Pabrik Melamin Rp10,26 Triliun Jadi Pusat Industri Kimia JIIPE

Bayu K. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 101 dibaca
Bisik.id
Pabrik Melamin Rp10,26 Triliun Jadi Pusat Industri Kimia JIIPE

Gambar atau konten salah?

Proyek pabrik melamin senilai US$ 600 juta (Rp 10,26 triliun) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik diharapkan memperkuat struktur industri kimia nasional. Pembangunan ini bertujuan mendorong industri rendah emisi di Indonesia.

Golden Elephant (GEABH) mengembangkan fasilitas ini menjadi salah satu pabrik melamin terbesar di dunia. Plant dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir: gas alam diolah menjadi amonia, urea, dan akhirnya melamin. Dengan sistem end-to-end, perusahaan dapat mengontrol setiap tahap produksi dan mengurangi limbah.

Chairman Golden Elephant, Lei Lin, menegaskan bahwa proyek ini mengusung industri kimia berbasis ekonomi sirkular. “Kami melihat JIIPE sebagai kawasan strategis untuk menghadirkan rantai industri kimia terintegrasi berbasis ekonomi sirkular di Indonesia. Proyek ini tidak hanya memperkuat pasokan industri dalam negeri, tetapi juga mendorong transfer teknologi dan kerja sama industri lintas negara,” jelas Lei Lin dalam keterangan tertulis, Jumat (10 April 2026). Ia menambahkan bahwa penerapan teknologi terbaru memungkinkan efisiensi energi hingga 30% lebih rendah dibandingkan standar industri global, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan produk samping melalui proses daur ulang.

Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS)-JIIPE, Bambang Soetiono, menegaskan keunggulan JIIPE dalam integrasi kawasan. “JIIPE dirancang untuk mendukung rantai nilai industri secara end-to-end, mulai dari ketersediaan bahan baku, infrastruktur, hingga konektivitas logistik. Hal ini memungkinkan efisiensi yang lebih tinggi sekaligus memperkuat daya saing industri secara berkelanjutan,” ujarnya.

Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, menilai proyek ini akan memperkuat ketahanan industri kimia dan menjadi tonggak penting dalam kerja sama ekonomi kedua negara. “Pengembangan rantai industri melamin di JIIPE akan memperkuat pasokan produk kimia strategis, mendukung industrialisasi Indonesia, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi regional,” ujar Wang Lutong. Dengan infrastruktur terintegrasi, termasuk pelabuhan laut dalam, serta status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, JIIPE memiliki posisi strategis untuk mendorong industri berbasis efisiensi energi, nilai tambah, dan keberlanjutan. Proyek ini diproyeksikan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja serta memperkuat ekosistem industri hulu dan hilir, termasuk sektor pertanian, manufaktur, dan logistik.

Secara keseluruhan, pabrik melamin ini menandai langkah penting Indonesia menuju industri kimia yang lebih bersih dan terintegrasi, sekaligus membuka peluang kerja dan kolaborasi internasional.

Pabrik MelaminJIIPEIndustri KimiaCircular EconomyEfisiensi EnergiKawasan Ekonomi KhususTransfer Teknologi

Komentar

Memuat komentar...