Padel: Risiko Saraf Kejepit, Waspada Saat Bermain di Lapangan
Gambar atau konten salah?
Padel, olahraga yang menggabungkan unsur tenis dan squash, kini menjadi pilihan favorit di kota besar. Banyak pemain menganggapnya mudah dipelajari, menyenangkan, dan cocok untuk dibagikan di media sosial.
Namun, di balik gerakan memukul bola di lapangan kaca, ada risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Salah satu cedera yang bisa muncul adalah saraf kejepit.
Dr. Victorio, SpBS dari Lamina Hospital menegaskan bahwa olahraga “fun” seperti padel tidak seharusnya dianggap remeh. “Olahraga padel berisiko terkena saraf kejepit itu apabila biasanya pada posisi swing atau saat kita memutar tulang pinggang kita. Kadang-kadang mengejar bola terlalu jauh,” kata dr Rio kepada detikcom saat ditemui di Lamina Hospital, Jumat, 5 Juni 2026. “Itu juga membuat diskus atau bantalan itu kaget, sehingga itu yang membuat bantalannya rusak, robek yang kalau terus‑terusan dilakukan, itu bisa terjadi saraf kejepit,” lanjutnya.
Perbedaan utama padel dengan tenis terletak pada ukuran lapangan. Lapangan padel lebih kecil dan dikelilingi dinding kaca, sehingga permainan menjadi lebih cepat. Pemain harus bergerak aktif sepanjang waktu.
Dr. Rio menekankan pentingnya persiapan sebelum bermain. Salah satu cara adalah melakukan pemanasan agar tubuh siap. “Pemanasan dan juga kita mampu mengukur kegiatan kita jangan berlebihan,” katanya.
Dengan memahami risiko dan mempersiapkan diri, pemain padel dapat menikmati permainan tanpa menimbulkan cedera serius. Nerve compression dapat dicegah jika gerakan dilakukan dengan hati‑hati dan tubuh diberi waktu untuk menyesuaikan diri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
