Palembang Cepat Bangun PLTSa Keramasan, Target Operasi 2026
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kota Palembang sedang mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di kawasan Keramasan. Proyek ini dimaksudkan untuk mengatasi tumpukan sampah yang mencapai 1.260 ton setiap harinya. Sejak awal, progres fisik proyek strategis ini telah mencapai 81,92 persen.
“Hingga 29 Maret 2026, pembangunan fisik sudah mencapai 81,92 persen. Targetnya akan mulai beroperasi paling lambat Oktober 2026,” ungkap Wali Kota Palembang Ratu Dewa dalam sidang LKPJ di DPRD Kota Palembang, Senin (06 April 2026).
Selama ini, pengelolaan sampah di Palembang masih mengandalkan TPA Sukawinatan dengan metode open dumping. Namun, volume sampah yang terus meningkat membuat daya tampung TPA semakin kritis. “Hanya 1.000 ton sampah yang sanggup diangkut ke TPA dari total 1.260 ton timbulan harian. Kami berharap PLTSa Keramasan sanggup memutus rantai penumpukan sampah di hilir dengan kapasitas olahnya yang besar,” ujarnya.
Selain mengejar operasional PLTSa Keramasan, Pemerintah Kota Palembang secara konsisten menjalankan berbagai inovasi di sektor lingkungan. Salah satu langkah strategis adalah transformasi TPA Sukawinatan, yang kini beralih dari teknik open dumping menjadi controlled landfill. Transformasi ini diikuti dengan upaya penutupan sampah melalui pengurukan tanah secara berkala serta revitalisasi kolam lindi untuk menjaga kualitas lingkungan.
Pemkot juga memperkuat sisi hulu dengan mengoptimalkan 98 unit bank sampah yang tersebar di 50 hingga 60 kelurahan guna menekan volume sampah langsung dari sumbernya.
Sebagai pelengkap infrastruktur ramah lingkungan, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di TPA Sukawinatan pun turut direalisasikan. IPAL ini memastikan area sekitar tetap terlindungi dari risiko pencemaran limbah cair.
Untuk mendukung mobilitas pengangkutan sampah menuju fasilitas pengolahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palembang juga akan menambah sejumlah armada pada tahun anggaran 2026. Saat ini, Palembang mengandalkan 100 unit dump truck, 39 unit amrol, dan beberapa unit ekskavator. Penambahan armada baru diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan sampah di titik-titik protokol yang sering meluap seperti kawasan Kebun Bunga, Jakabaring, dan Kertapati.
“Pemerintah kota terus berkomitmen melakukan perbaikan teknologi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir agar wajah kota tetap bersih dan estetis,” ujarnya.
Dengan kombinasi fasilitas pengolahan sampah, transformasi TPA, bank sampah, dan peningkatan armada, Palembang berupaya menurunkan beban sampah harian dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Proyek PLTSa Keramasan diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya kota mengelola limbah secara berkelanjutan, sekaligus memanfaatkan sampah sebagai sumber energi yang dapat mendukung kebutuhan listrik lokal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pertamina Dukung Konservasi Lebah di P4S Lembah Suhita
Jadwal Puasa Sunnah Muharram 1448: Asyura, Tasu'a & Lainnya
BPUPKI: Lembaga Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Bazar Buku Internasional di Palembang Tawarkan Promo Besar
Musi Banyuasin Jadi Pusat Koordinasi Pencegahan Karhutla 2026
Bupati Empat Lawang Tegaskan Anti KKN, Panggil Warga Awasi
Berita Terbaru
Jadwal Salat Surabaya 12 Juni 2026: Waktu Imsak hingga Isya
Wasit Asing IBL 2026 Tak Memuaskan, Butuh Pengembangan Lokal
Jadwal Salat Denpasar 12 Juni 2026: Waktu Subuh 05:09
Minuman Manis Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Studi Jangka Panjang
Cuaca Jawa Timur 12 Juni 2026: Hujan Ringan, Kabut, Berawan
Indonesia U-19 Kalah 1-0 di Semi Final Piala AFF 2026
Penyerapan Pupuk Subsidi di Bandung Terhambat El Nino
Jadwal Sholat Jumat 12 Juni 2026 di 38 Wilayah Jawa Timur
Pertamina Dukung Konservasi Lebah di P4S Lembah Suhita
Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan Stadion Azteca
