Palembang Tangani 496 Kasus DBD, Dinkes Waspada Kemarau
Gambar atau konten salah?
Palembang, Sumatera Selatan, masih mencatat peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) sejak awal tahun 2026. Hingga Akhir Mei 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang telah menangani 496 kasus DBD yang tersebar di berbagai wilayah kota.
Yudhi Setiawan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, menegaskan bahwa potensi lonjakan kasus masih ada karena musim kemarau belum berakhir. Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. "Sebanyak 496 kasus kami tangani sejak awal Januari 2026 hingga hari ini, kami berharap tidak terjadi lonjakan kasus DBD yang signifikan di Kota Palembang saat kemarau ini," katanya kepada wartawan pada Rabu, 3 Juni 2026.
Yudhi juga mengungkapkan bahwa dari total kasus tersebut, satu korban jiwa telah meninggal pada tahun 2026. Ia menekankan pentingnya upaya menekan penyebaran DBD.
Untuk itu, Dinkes Palembang terus menggalakkan program 3M: menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat-tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor penyebab DBD. Selain itu, Dinkes menyiapkan layanan abate gratis di seluruh puskesmas. "Kami sudah menyiapkan abate gratis. Warga bisa memanfaatkannya untuk mencegah jentik nyamuk berkembang," tegasnya.
Yudhi menegaskan bahwa kunci utama penanganan DBD adalah pencegahan, bukan hanya pengobatan. Ia mengimbau masyarakat untuk rutin bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan. "Kami mengimbau masyarakat untuk rutin bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan. Jika lingkungan bersih dan tidak ada genangan air, maka jentik nyamuk tidak akan berkembang biak," tambahnya.
Ia juga mengingatkan warga agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot, dan bintik merah pada kulit, guna mencegah risiko komplikasi yang lebih serius.
Dengan langkah-langkah preventif yang terus ditingkatkan, Dinkes Palembang berharap dapat menahan laju penyebaran DBD dan melindungi kesehatan masyarakat selama musim kemarau yang panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB 2026 Jambi: Mulai 8 Juni, Jalur Afirmasi & Mutasi
FESyar Sumatera 2026: Festival Ekonomi Syariah Palembang
Harga Emas Antam Palembang Turun Rp2,759.000 per Gram
Periksa Status PIP Juni 2026: Cek Online NISN & NIK
Damri: Rute Bus Palembang–Lampung, Harga Rp 200–228 Ribu
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
Berita Terbaru
Seleksi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Buka 3-15 Juni: Lulusan PPG
Slamet Santoso: Pemuda Banyuwangi Gabung Sokol Pyrzyce
Liburan Baru Fokus Istirahat: Tren Sleep Tourism Meningkat
Pemerintah Perkenalkan Kebijakan Energi Terbarukan 2025
Amalia & Fadia Raih Kemenangan Ganda Putri, Melaju ke P4
Jembatan Selemadeg: Lubang Besar, Perbaikan Masih Menunggu
Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk, Populasi Menurun 123 Juta
Ariston Luncurkan Pemanas Air Andris 3, Kamar Mandi Smart
