Para Perasuk: Bayu Berjuang Menyelamatkan Desa Latas

Wahyu T. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Para Perasuk: Bayu Berjuang Menyelamatkan Desa Latas

Gambar atau konten salah?

Film yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja berjudul Para Perasuk akan diputar di bioskop mulai 23 April 2026. Durasi 1 jam 59 menit menampung aksi para pemeran ternama.

Plotnya berpusat pada Bayu, seorang pemuda yang ingin menyelamatkan desanya, Latas, dengan menjadi Perasuk. Desa kecil itu memiliki tradisi turun‑turun, Pesta Sambetan, yang dipenuhi kerasukan dua puluh roh binatang. Pesta ini menjadi hiburan sekaligus bagian penting kehidupan warga.

Bayu terobsesi mengikuti sayembara Perasuk Baru. Namun, masalah muncul ketika perusahaan besar berencana membeli mata air desa, sumber kehidupan dan roh. Untuk menebus kembali mata air, Bayu memutuskan menjadi Perasuk Utama dan memimpin pesta besar. Di tengah perjalanan, ia sadar bahwa semata‑mata ambisi tidak cukup untuk menyelamatkan Latas.

Berikut daftar pemeran utama:

  • Angga Yunanda sebagai Bayu
  • Maudy Ayunda sebagai Laksmi
  • Anggun sebagai Guru Asri
  • Chicco Kurniawan sebagai Pawit
  • Bryan Domani sebagai Ananto
  • Indra Birowo sebagai Bapak Bayu
  • Ganindra Bimo sebagai Fahri
  • Ivonne Dahler sebagai Bu Nana
  • Muhammad Asyrof Al‑Ghifari sebagai Café Visitor
  • Buyung Ispramadi sebagai Pelamun Senior
  • R.A. Untung Basuki sebagai Pak Dawuri
  • Aryudha Fasha sebagai Bang Yoga
  • Yudi Ahmad Tajudin sebagai Pakde Rahmat
  • Nina R. Sartono sebagai Tante Bayu
  • Reza Rusandi sebagai Sepupu Bayu
  • Abita Raihan Daffa sebagai Sepupu Bayu
  • Aimee Janice sebagai Sepupu Bayu
  • Darmawan Dadijono sebagai Kakek Banar
  • dan lainnya

Film ini menampilkan konflik antara tradisi desa dan tekanan modern, sekaligus menyoroti peran pemuda dalam mempertahankan warisan budaya. Dengan narasi yang kuat dan pemeran yang beragam, Para Perasuk menawarkan cerita tentang keberanian, persatuan, dan pelestarian lingkungan.

Para PerasukWregas BhanutejaPesta Sambetanmata airtradisi desapelestarian lingkungan

Komentar

Memuat komentar...