Pasar Deli Tua Berkembang Organik di Sekitar Stasiun Kereta

Dani L. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 95 dibaca
Bisik.id
Pasar Deli Tua Berkembang Organik di Sekitar Stasiun Kereta

Gambar atau konten salah?

Pasar Deli Tua di Kabupaten Deli Serdang bukan hasil perencanaan formal, melainkan buah aktivitas warga yang terus berkembang. Keberadaannya erat kaitannya dengan stasiun kereta api yang dulu menjadi pusat pergerakan masyarakat.

Menurut Dosen Sejarah Universitas Sumatera Utara, Muhammad Azis Risky Lubis, pasar itu muncul secara alami di sekitar stasiun. “Mulanya pasar atau pajak Deli Tua tidak dibangun, tetapi tumbuh dan berkembang sehingga menjadi seperti sekarang. Pasar ini tumbuh di sekitar kawasan stasiun kereta api Deli Tua, yang menjadi titik temu masyarakat,” ujarnya pada Selasa, 05 Mei 2026.

Stasiun Deli Tua pada masanya menjadi simpul penting mobilitas warga. Aktivitas keluar-masuk penumpang dan distribusi barang memicu munculnya transaksi ekonomi di sekitarnya. Seiring pertumbuhan penduduk, kebutuhan masyarakat meningkat. “Bertambahnya jumlah penduduk di wilayah ini diikuti oleh meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan hidup masyarakat, mulai dari kebutuhan pokok, sandang, maupun papan,” kata Azis.

Ia memperkirakan bahwa perkembangan pasar mulai signifikan pada 1980‑an hingga awal 1990‑an, meski embrio pasar diduga sudah muncul sejak 1970‑an. “Perkembangan pasar ini diperkirakan di antara tahun 1980‑an atau di awal tahun 90‑an. Namun, bisa jadi pertumbuhannya dimulai dari tahun 70‑an,” jelasnya.

Di periode tersebut, stasiun kereta api Deli Tua masih aktif melayani penumpang dan angkutan barang. Jalur ini terhubung hingga wilayah Pancur Batu. Namun, operasional stasiun sempat terhenti akibat keterbatasan sarana dan perkembangan wilayah. Pada 1982, stasiun kembali beroperasi, tetapi hanya bertahan sekitar enam tahun. “Hal ini karena stasiun kereta api Deli Tua sempat berhenti beroperasi, namun di tahun 1982 sempat beroperasi kembali selama 6 tahun,” ujarnya.

Kendala teknis, termasuk sulitnya mendapatkan suku cadang dari Jepang, membuat operasional kembali dihentikan. Saat itu, pengelolaan masih berada di bawah PJKA, yang kini menjadi PT Kereta Api Indonesia. Jalur Medan‑Kampung Baru‑Kedai Durian‑Deli Tua‑Pancur Batu tidak lagi beroperasi, namun Pasar Deli Tua tetap hidup sebagai pusat ekonomi masyarakat.

Pasar ini, yang tumbuh secara organik di sekitar stasiun, mencerminkan pola perkembangan ekonomi lokal yang dipengaruhi oleh infrastruktur transportasi. Meskipun stasiun sudah tidak beroperasi, arus penumpang dan barang tetap menjaga dinamika pasar, menjadikannya tempat berkumpulnya kebutuhan pokok, sandang, dan papan bagi warga setempat.

Pasar Deli Tuastasiun kereta apiDeli Serdangperkembangan pasarmobilitas wargadistribusi barangPT Kereta Api Indonesia

Komentar

Memuat komentar...