Pelabuhan Baru Palembang: Solusi Logistik Kopi Sumsel
Gambar atau konten salah?
Palembang – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyoroti potensi komoditas unggulan provinsi pada sambutannya di peluncuran proyek pembangunan Pelabuhan New Palembang di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin. Ia menegaskan bahwa meski Sumatera Selatan memegang status pemilik kebun kopi terbesar di dunia, ekspor masih harus melewati pelabuhan di provinsi tetangga.
“Kopi kita ini luasnya nomor tiga terbesar di dunia, ada 280.000 hektare yang ada di Sumatera Selatan. Ada Arabika, Robusta, sampai Amerika. Tapi semuanya itu terpaksa harus melalui pelabuhan di provinsi-provinsi tetangga,” ujar Deru pada hari Kamis, 9 April 2026.
Keterbatasan infrastruktur pelabuhan membuat devisa dan retribusi dari komoditas Sumsel tidak masuk secara maksimal ke kas daerah. Hal ini tidak hanya memengaruhi kopi; komoditas karet, yang menyumbang 30 persen dari total produksi karet nasional, juga mengalami nasib serupa. Akibatnya, harga di tingkat petani menurun dan pengaruh Sumsel di pasar global berkurang.
Deru menjelaskan bahwa hambatan utama terletak pada akses logistik. Kapal ekspor besar tidak dapat bersandar karena kedalaman sungai Musi hanya 5 hingga 6 meter. Kondisi ini menghambat arus barang dan menambah biaya transportasi.
“Ini persoalan digital ekonomi kita, impor-ekspor kita. Sumber daya alam kita harus diangkat ke tengah samudera untuk menjadi tinggi nilainya. Kalau kita punya pelabuhan sendiri, tentu ceritanya tidak seperti sekarang,” tegasnya.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah provinsi mempercepat pembangunan pelabuhan baru sebagai bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Deru menekankan bahwa keberadaan pelabuhan laut dalam menjadi daya tarik utama bagi investor, lebih penting daripada sekadar insentif pajak.
Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Perhubungan yang telah membantu mewujudkan rencana ini dari sekadar wacana menjadi langkah nyata. Proyek ini dibilang sebagai kerja estafet yang melibatkan pemimpin-pemimpin Sumsel terdahulu.
“Ini kerja keras untuk terjadinya pembangunan. Kita ingin meyakinkan masyarakat bahwa kita tidak main-main melaksanakan pekerjaan besar ini demi memperbaiki kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan,” tutupnya.
Dengan pelabuhan baru, Sumatera Selatan berharap dapat menyalurkan komoditasnya secara langsung ke pasar internasional, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat posisi provinsi dalam perdagangan global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Palembang: Gaji ke-13 ASN 2026, Rp 89 Miliar Alokasi
Berita Terbaru
Beasiswa Garuda Gelombang II Terbuka Hingga 25 Juni 2026
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Perpres No.27 2026: Potongan Ojek Online 8% Belum Berlaku
Brasil Bayar 203 Miliar Rupiah ke Ancelotti, Piala 2026
PPh Final 0,5% Permanen, PT Non‑Perorangan Dikeluarkan
