Pembangunan PSEL Palembang 81,76% Siap Operasi Oktober
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kota Palembang menargetkan proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Keramasan, Kecamatan Kertapati, akan mulai beroperasi pada 01 Oktober 2026. Proyek ini, yang dirancang sebagai solusi jangka panjang bagi masalah sampah, kini telah mencapai progres pembangunan sebesar 81,76 persen dan diproyeksikan menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa PSEL merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengatasi sampah secara menyeluruh sekaligus menyediakan energi listrik tambahan bagi masyarakat. Ia mengatakan, “Insyaallah pada bulan Oktober kita mulai operasional PSEL, yang akan menjadi percontohan nasional. Jika ini berjalan, saya yakin persoalan sampah di Palembang bisa terselesaikan secara menyeluruh,” ujar Ratu Dewa kepada wartawan pada 15 April 2026.
Lokasi proyek berada di kawasan Keramasan yang dulu merupakan area penumpukan sampah. Kini, area tersebut sedang diubah menjadi pusat konversi energi ramah lingkungan yang diharapkan dapat mengurangi volume sampah secara signifikan. Ratu Dewa menambahkan, “Proyek ini bukan hanya mengurangi timbunan sampah, tapi juga menghasilkan listrik yang bermanfaat bagi masyarakat,”
Menurut Ratu Dewa, perkembangan PSEL menunjukkan progres yang sangat positif. Dengan capaian 81,76 persen, pemerintah optimistis proyek dapat selesai tepat waktu dan segera dioperasikan sesuai target. Ia juga menyatakan bahwa ia bersama jajaran terkait akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek guna memastikan kesiapan teknis dan operasional di lapangan.
Ratu Dewa menegaskan, “Perjuangannya cukup panjang, apalagi dengan skema Perpres yang baru. Namun insyaallah pendanaannya akan didukung penuh, sehingga proyek ini bisa berjalan lancar hingga tahap operasional,” jelasnya.
Dengan hadirnya PSEL, Pemerintah Kota Palembang berharap tidak hanya dapat mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan, tetapi juga menciptakan sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.
Proyek ini diharapkan menjadi contoh bagi kota lain di Indonesia, menunjukkan bahwa sampah dapat diubah menjadi sumber energi yang berguna, sekaligus menurunkan tumpukan sampah di lingkungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga Emas Antam Palembang Turun Rp2,759.000 per Gram
Periksa Status PIP Juni 2026: Cek Online NISN & NIK
Damri: Rute Bus Palembang–Lampung, Harga Rp 200–228 Ribu
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Berita Terbaru
Pasangan Ganda Indonesia Kalah di Indonesia Open, Siap Dunia
Harga Emas Antam Palembang Turun Rp2,759.000 per Gram
Harga Emas Antam Medan Turun Rp15.000 per Gram di Medan
Sekolah Jember Siapkan Lapangan Sepak Bola Internasional
Kementerian Sosial Buka 5.127 Posisi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 Hoaks, Cek Sumber Resmi
Kementerian Lingkungan Target Turunkan Emisi CO2 15% 2025
Korea Selatan & Panama Menang Uji Coba Piala Dunia 2026
