Pemerintah Jateng Potong 50% Perjalanan Dinas, Terapkan WFH
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memotong anggaran perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan efisiensi kerja. Rencana ini menargetkan pengurangan 50 % pada perjalanan dinas dalam negeri.
Menurut Sumarno, sekretaris daerah Jateng, langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri tentang transformasi budaya kerja di lingkungan pemerintahan. Ia menyampaikan keputusan tersebut di DPRD Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Senin (06 Mei 2026).
“Pengurangan perjalanan dinas dalam negeri kita kurangi 50 persen, perjalanan dinas luar negeri sampai 70 persen,” kata Sumarno.
Pengurangan ini bertujuan menekan pengeluaran sekaligus mendorong pola kerja yang lebih efisien dan efektif. Salah satunya dengan mengoptimalkan sistem daring.
“Supaya tidak banyak aktivitas yang pindah tempat. Kita dorong untuk mengedepankan kegiatan secara daring,” ujarnya.
Selain memotong perjalanan dinas, Pemprov Jateng juga menerapkan kebijakan work from home (WFH). Surat edarannya telah terbit sejak 01 April 2026, menandai awal implementasi bagi sejumlah ASN.
“Nanti ASN yang tidak WFH, aktivitas ke kantornya menggunakan sepeda, jalan, lari. Itu (SE lanjutannya) akan kita keluarkan,” ujarnya.
Sumarno menegaskan bahwa pelaksanaan kebijakan WFH diserahkan kepada masing-masing OPD, dengan tanggung jawab penuh pada pimpinan instansi.
“Kami tekankan kepala OPD bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan kebijakan WFH karena dengan konsep ini tentu pelayanan masyarakat, kinerja, tidak berkurang,” tegasnya.
“(Siapa yang tidak bisa WFH?) Rumah sakit nggak mungkin, terus yang berhubungan dengan masyarakat kayak Samsat. Teman-teman di kabupaten, eselon 2 dan 3 tidak bisa WFH,” jelasnya.
Sumarno menilai langkah efisiensi ini tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga berkontribusi pada penghematan BBM. Ia akan melakukan evaluasi rutin untuk mengukur efektivitas kebijakan tersebut.
“Kita akan ada laporan yang kita evaluasi setiap bulannya nanti,” pungkasnya.
Dengan potongan perjalanan dinas dan penerapan WFH, Pemprov Jateng berharap dapat menekan biaya operasional sekaligus meminimalkan konsumsi bahan bakar. Kebijakan ini juga menegaskan pentingnya tanggung jawab pimpinan OPD dalam menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Paku Buwono XIV Setujui Pertemuan Mayor Solo Malam 1 Suro
Wali Kota Solo Tegas Netral, Koordinasi Keamanan Kirab 1 Suro
Video Debus Relawan SPPG di Brebes Viral, SPPG Klarifikasi
Jembatan Serayu Tutup 1,5 Bulan, Pengguna Jalan Ditarik
Mustofa Ismail, 67, Berjalan Kaki 34 km Pulang Pasca Haji
Unissula Tingkatkan Mahasiswa Baru, Sementara PTS Lain Turun
Berita Terbaru
Sithole Blunder dan Kartu Merah, Afrika Selatan Kalah 0‑2
SIM Keliling Bali: Badung, Klungkung, Tabanan Layanan Baru
Meksiko Kalahkan Afrika Selatan 2-0, 3 Kartu Merah
Feng Shui 12 Juni 2026: Manfaatkan Energi Api untuk Keberuntungan
Numerologi 12 Juni 2026: Angka Universal 1 dan Energi Hari Ini
Primbon Jawa: Pasaran Wage 12 Juni 2026 – Tips & Makna
Tarot Harian 12 Juni 2026: Hanged Man, Ace of Cups & Ten of Swords
Zodiak Pisces: Hari 12 Juni 2026, Rasa Lembut dan Reflektif
Zodiak Scorpio 12 Juni 2026: Hari Penuh Kesempatan dan Keseimbangan
