Pemerintah Raih 10.000 Guru SD Terlatih Bahasa Inggris 2026
Gambar atau konten salah?
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menyampaikan pesan kepada para guru yang mengikuti Program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD‑MBI), khususnya bagi mereka yang akan mengajar di kelas 3 SD. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini dimaksudkan untuk menyiapkan guru SD agar memiliki kemahiran berbahasa. “Karena sampai kiamat pun, (jika hanya sebagai mata pelajaran saja) maka tidak akan menjadikan anak didik kita itu mahir berbahasa,” ujarnya.
Atip berbagi pengalamannya belajar bahasa Inggris sejak jenjang SMP hingga SMA. Ia hanya belajar membaca dan merasa takut mengucapkan. “Sehingga sampai SMA itu hanya bisa membaca saja, untuk listening juga masih tebal telinga, apalagi untuk speaking,” ia ceritakan. Keberanian berbicara muncul ketika ia lulus seleksi studi ke Australia. Sebelum berangkat, ia mengikuti kelas persiapan dengan pengajar warga negara asing yang ia sebut “teteh‑teteh bule.” “Kok jadi berani? Tidak takut salah. Seorang pakar teman saya mengatakan, yang penting berarti sudah bisa ketika lawan bicara kita paham apa yang kita sampaikan,” tambahnya.
Menekankan pentingnya bahasa Inggris tidak berhenti sebagai pelajaran semata, Atip menegaskan bahwa guru harus dapat berdialog dengan bahasa Inggris bersama murid. “Singkatnya, nanti Bapak dan Ibu guru berdialoglah dalam bahasa Inggris ketika pelajaran bahasa Inggris itu,” pesan Atip. Ia menjelaskan bahwa ketika bahasa ditempatkan sebagai alat komunikasi, perasaan keterpaksaan sebelumnya akan berubah menjadi kebiasaan. “Jadi bagi bahasa, tidak ada gunanya di rapor bahasa Inggris (nilainya) sembilan, tapi ketika dia diajak untuk berbicara tidak paham,” singgung Atip.
Dirjen GTK Nunuk Suryani melaporkan bahwa sebanyak 5.777 guru dari 34 provinsi dan 177 kabupaten/kota telah mengikuti pelatihan ini pada tahap pertama. Targetnya mencapai 10.000 peserta pada tahun 2026. Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD di tahun ajaran 2027/2028. Nunuk menyebut bahwa pada tahun pertama, 58.896 SD atau 30 % dari total lebih dari 150.000 sekolah akan menerapkannya. Kemendikdasmen menargetkan seluruh sekolah SD memiliki guru dengan kompetensi pengajaran bahasa Inggris pada 2029.
Selanjutnya, Nunuk menegaskan harapan bahwa dalam tiga tahun mendatang, semua sekolah SD akan siap menerapkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di kelas 3 SD. “Berikutnya, hingga berikutnya, harapannya 3 tahun mendatang kita sudah siap untuk semua sekolah (SD) menerapkan bahasa Inggris (sebagai mapel wajib) di kelas 3 SD,” tandasnya.
Dengan dukungan kebijakan dan pelatihan intensif, guru SD diharapkan dapat mengintegrasikan bahasa Inggris ke dalam proses belajar‑mengajar, sehingga murid tidak hanya menghafal kosakata, melainkan juga mampu berkomunikasi secara aktif. Program ini menandai langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kompetensi bahasa Inggris di tingkat dasar, yang diharapkan dapat menumbuhkan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Helm Cerdas ITB Tuntun Pendeteksi Kelelahan Motor
Nadiem Anwar Makarim Tolak Tuduhan Korupsi Chromebook
Nadiem Anwar Makariem Bela Korupsi Chromebook di Pengadilan
Strip Tes Minyak Babi: Alat Praktis Deteksi Halal Rutin
Nadiem Anwar Makarim Bebas Tuntutan Pengadaan Chromebook
Pemerintah Target Tutup 645 Ribu Anak Tidak Sekolah 2045
Berita Terbaru
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
