Pemerintah Turunkan Komisi Ojek Online ke 8-10% Presiden
Gambar atau konten salah?
Rabu, 6 Mei 2026 – Pemerintah Indonesia berencana menurunkan potongan tarif aplikasi ojek online (ojol) dari 20 persen menjadi sekitar 8–10 persen. Kebijakan ini diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto dan diperkirakan akan meningkatkan kesejahteraan pengemudi, meskipun masih menunggu keputusan akhir dari para aplikator.
Pemerintah mendorong penurunan komisi menjadi sekitar 8 persen, sehingga porsi pendapatan driver dapat meningkat hingga 90 persen. Tujuannya adalah memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pengemudi transportasi online. Namun, perusahaan aplikasi seperti Gojek dan Grab menyatakan bahwa mereka masih akan mengkaji kebijakan tersebut dan berkoordinasi dengan pemerintah sebelum diterapkan secara menyeluruh.
Di lapangan, beberapa driver ojol menyambut positif rencana tersebut. Di Kota Medan, salah satu driver, Nizam, sering mangkal di kawasan Jalan Cemara. Ia mengungkapkan bahwa kebijakan ini dapat langsung berdampak pada penghasilannya:
“Soal potongan tarif ojol, saya rasa lumayan nambah penghasilan. Dari yang sebelumnya 20 persen jadi sekitar 8 persen,” ujarnya. Ia juga menegaskan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap berpihak kepada driver.
“Saya dukung apa yang ditetapkan presiden. Apalagi dampaknya bagus buat ojol seperti saya, terasa langsung kalau memang sudah diterapkan,” tambahnya.
Samuel, driver ojol lainnya, juga menyambut baik rencana tersebut. Ia menyatakan bahwa kebijakan ini bagus karena dapat menambah penghasilan ojol. Namun, ia mengingatkan agar tidak ada kenaikan tarif bagi pelanggan.
“Menurut saya bagus peraturan yang mau dibuat presiden ini, jadi bisa nambah penghasilan ojol,” katanya. “Asal jangan sampai tarif ke pelanggan ikut naik. Takutnya nanti jadi sepi orderan,” ujarnya.
Dengan penurunan komisi, driver diharapkan dapat memperoleh lebih banyak pendapatan. Namun, perusahaan aplikasi masih menunggu keputusan akhir pemerintah. Sebagai hasilnya, driver di Medan dan kota lain menantikan implementasi kebijakan ini, berharap dapat meningkatkan kesejahteraan mereka tanpa menimbulkan kenaikan tarif bagi pelanggan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
