Pemkot Bandung Tunda Pemotongan Kabel Fiber Optik Udara
Gambar atau konten salah?
Pemkot Bandung harus menunda rencana pemotongan kabel fiber optik yang menjuntai di udara. Rencana ini diambil karena perusahaan jaringan telekomunikasi belum siap memindahkan layanan internetnya ke bawah tanah atau ducting.
Rencana pemotongan kabel udara semula dimulai pada 02 Juni 2026 dan diperkirakan berakhir pada 18 Juni 2026. Proyek awal menargetkan kawasan Asia Afrika dan Jalan Sunda, namun kemudian dialihkan ke Jalan Merdeka dan Jalan Lembong.
Dalam rencana awal, pemotongan kabel udara dijadwalkan secara marathon, menargetkan total 36 ruas kalan. Namun, kesiapan backup internet belum terpenuhi, sehingga rencana tersebut terpaksa ditunda.
“Aturan mainnya kan begini, sesuai dengan Perwal, begitu semua perangkat infrastruktur telekomunikasi siap di bawah, baru turun (kabel udara dipotong). Jadi semua opera operator telekomunikasi, operator jaringan itu dikonsentrasikan turun dulu ke bawah. Masuk dulu, sudah tersedia jaringannya, baru di atas diputus. Jadi kan tidak ada tidak ada gangguan lah gitu untuk jaringan,” kata Direktur Utama PT Bandung Infra Investama (BII) Asep Wawan Dharmawan, Selasa (9/6/2026).
“Pak Wali sudah memberikan arahan, jadi paling lambat sudah siap semuanya bulan Desember. Jadi nanti kita beres-beres semua dulu di bawahnya kemudian baru kita beresin di atas,” ungkapnya menambahkan.
“Asep tak menampik, proses pemotongan kabel udara di Jalan Merdeka dan Jalan Lembong tempo hari sempat membuat layanan internet terganggu. Namun kemudian, gangguan itu sudah diatasi setelah operator layanan telekomunikasi memindahkan layanan kabel udaranya ke bawah tanah.”
“Waktu kemarin mungkin ada jaringan-jaringan yang sempat keputus tapi belum ada backup-nya di bawah. Jadi sekarang sedang dalam proses. Semua, kita sudah laporan, semua layanan publik enggak ada masalah, Insyaallah. Sudah di-update juga, tidak ada terputusnya jaringan dan sebagainya,” tuturnya.
“Menurut Asep, proses ini dilakukan supaya agenda pemotongan kabel udara tidak mengganggu layanan internet. Begitu kabel udara dipotong dan diturunkan ke bawah tanah, masyarakat tetap bisa menikmati layanan internet seperti biasa.”
“Kendalanya lebih pada best practice ya, bagaimana teman-teman yang mengelola jaringan fiber optik itu bekerja . Karena kan mereka kalau misalkan narik jaringan, mereka juga harus memastikan jaringan tersebut terkoneksi masuk ke para pelanggan. Itu yang mungkin harus dipastikan,” katanya.
“Jadi bukan hanya tergelar di jalan nih, turun semuanya gitu aja. Tapi bagaimana jaringan fiber optik itu di dalamnya ada koneksi-koneksi internet, layanan publik dan sebagainya terkoneksi ke masing-masing user,” pungkasnya.
Dalam konteks ini, Pemkot Bandung menunggu kesiapan infrastruktur bawah tanah sebelum memotong kabel udara, guna menjaga kelangsungan layanan internet bagi masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Polres Karawang Gelar Binrohtal dan Doa Hari Bhayangkara
Pemerintah Rencanakan Peningkatan Dana Pendidikan 2026
Tahun Baru Islam: Perbedaan Kalender Lunar vs Solar
Mahasiswa Bandung Unjuk Rasa di DPRD Jawa Barat, 11 Juni
Ir. Muaz HD Meninggal, DPRD Bogor Berduka Besar, Kebijakan
Kota Bogor Raih WTP ke-10, Konsistensi Keuangan Daerah
Berita Terbaru
BPUPKI: Lembaga Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Hari Asyura 10 Muharram: Nilai Sejarah dan Amalan 25 Juni
Tulungagung Siapkan Rp45 Miliar Pilkades 2027 Di 243 Desa
UniLeague 2026: STKIP Cimahi Kalahkan UPI 2-1, UKI 3-1 UMJ
City Tawarkan 106 Juta Paun, Forest Pinta 125 Juta
Menteri UMUM: Harga Bahan Bangunan Naik, Proyek Tetap Normal
Kemen PU: Rp 219,81 Triliun 2027, Rp 98,47 Triliun Tersedia
PTBSI Adakan Pelatihan UMKM 20 Perempuan di Banyuwangi
Suporter Brasil Buka Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca
Meksiko vs Afrika Selatan: Laga Pembuka Piala Dunia 2026
