Pemkot Medan Mulai Pendataan Anak Gizi Buruk Pasca Ramadan

Maya K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 42 dibaca
Bisik.id
Pemkot Medan Mulai Pendataan Anak Gizi Buruk Pasca Ramadan

Gambar atau konten salah?

Rabu, 25 Maret 2026, Pemkot Medan menggelar apel pertama setelah libur lebaran di Balai Kota. Acara ini dihadiri oleh pejabat dan masyarakat setempat.

Wali Kota Rico Waas membuka sesi dengan cerita pribadi. Ia menjelaskan bahwa ia masih menemukan anak dengan gizi buruk di Kecamatan Medan Denai. “Kami baru saja menemukan di Kecamatan Medan Denai sebuah keluarga yang punya problem yang sejatinya tidak boleh terjadi di kota besar seperti kita ini. Apa itu? Seorang anak dengan gizi buruk. Memang kondisi finansial ini salah satu faktor yang membuat terjadinya hal tersebut,” ujarnya.

Rico menambahkan detail tentang korban. Anak tersebut berusia 12 tahun dengan bobot 11 kilogram. Menurutnya, anak itu membutuhkan tambahan darah dan perawatan intensif. Ia mengakui, sejauh ini belum ada data akurat terkait jumlah anak dengan gizi buruk di Medan.

Wali Kota menegaskan pentingnya data. “12 tahun dengan bobot 11 kg ini termasuk menjadi perhatian kita di mana di kota kita masih ada anak dengan gizi buruk. Oleh sebab itu kami perintahkan kepada seluruh wilayah, camat, lurah kami minta seluruh data anak di Kota Medan yang memiliki potensi gizi buruk tadi,” tambahnya.

Ia memanggil seluruh aparatur kewilayahan untuk melakukan pendataan. “Kami minta beberapa waktu ke depan berikan datanya kepada kami, mari kita semuanya,” ungkapnya.

Rico juga mengingatkan aparat sipil negara di lingkungan Pemkot Medan untuk memaksimalkan tugas setelah melewati Bulan Ramadan. “Kami tidak ingin ada anak di Medan terkena gizi buruk, bahkan yang bisa mengancam kejiwaan. Ini tidak boleh terjadi lagi. Ini kami sampaikan sudah banyak hal yang harus kita laksanakan. Khususnya di momen usai Ramadan ini,” tutupnya.

Upaya ini menandai langkah awal pemerintah kota untuk mengidentifikasi dan menanggulangi masalah gizi buruk di wilayahnya. Dengan data yang lebih lengkap, diharapkan program intervensi dapat dirancang secara tepat sasaran, sehingga setiap anak di Medan dapat tumbuh sehat tanpa risiko gizi buruk yang dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental mereka.

Gizi BurukPemkot MedanRico WaasAnak 12 TahunMedan DenaiPendataan DataProgram Intervensi

Komentar

Memuat komentar...