Pengangguran Denpasar Turun 1,41% di 2026, Pencapaian Positif

Dani L. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 66 dibaca
Bisik.id
Pengangguran Denpasar Turun 1,41% di 2026, Pencapaian Positif

Gambar atau konten salah?

Angka pengangguran di Kota Denpasar menurun secara signifikan. Pada tahun 2026, tingkat pengangguran tercatat 1,41 persen, turun dari 2,11 persen pada tahun sebelumnya. Penurunan ini menandakan kondisi pasar kerja di ibu kota Provinsi Bali semakin stabil.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyebut pencapaian ini sebagai sinyal positif. Ia menegaskan, “Itu sudah cukup rendah sekali. Kami juga lihat situasi global di Timur Tengah dan kami antisipasi.” Pada acara May Day 2026 di Pantai Sidakarya, Jumat, 01 Mei 2026, Arya menambahkan bahwa pemerintah kota akan menggelar job fair dua kali sepanjang tahun 2026, tergantung perkembangan anggaran dan kondisi ekonomi.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi (Disnaker) Kota Denpasar, I Gusti Ayu Ngurah Raini, penurunan angka pengangguran dipicu oleh meningkatnya investasi dan pertumbuhan usaha baru. Ia berkata, “Semua itu karena investasi, kemudian banyak pembangunan infrastruktur di Denpasar, banyak usaha‑usaha baru yang ditunggu.”

Selain itu, peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi fokus utama. Raini menjelaskan, “Kami kan di pariwisata ya, jadi Dinas Pariwisata sudah upgrading skill pekerja, supaya mereka tetap berpotensi di tempat kerja, yang diharapkan kemungkinan PHK kecil.” Sektor pariwisata memang menjadi tulang punggung ekonomi daerah, sehingga pelatihan keterampilan di sektor ini sangat penting.

Disnaker Kota Denpasar menargetkan cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsos) bagi seluruh pekerja di kota mencapai 54,28 persen pada 2026. Saat ini, cakupan tersebut masih berada di angka 49 persen. Raini menegaskan, “Kami ada program bukan hanya untuk pekerja penerima upah tapi juga pekerja bukan penerima upah, yaitu jaminan sosial ketenagakerjaan termasuk pekerja rentan, pekerja mandiri.”

Untuk menjaga hubungan industrial yang harmonis, pemerintah mengoptimalkan peran Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit sebagai wadah komunikasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Ia mendorong penyelesaian masalah secara bipartit terlebih dahulu. Jika belum tuntas, baru dilanjutkan ke tripartit hingga jalur hukum.

Acara May Day 2026 di Kota Denpasar tidak hanya menjadi peringatan Hari Buruh, tetapi juga platform kolaborasi. Sekitar 100 perusahaan terlibat, dengan total 1.500 peserta. Pemerintah memberikan penghargaan kepada tiga perusahaan dengan hubungan industrial terbaik: PT Urban Beauty Indonesia, PT Bali Hai Cruise, dan PT Mitrasari Hotel Development.

“Tahun lalu kita di Pantai Mertasari, kolaborasi seluruh masyarakat juga. Tahun ini kita adakan di Pantai Sidakarya Muntig Siokan melibatkan hampir 100 lebih perusahaan di Kota Denpasar,” ujar Arya Wibawa. Ia menekankan bahwa perayaan Hari Buruh biasanya diidentikkan dengan aksi turun ke jalan, namun pemkot memilih pendekatan kolaboratif dengan perusahaan-perusahaan di kota untuk menampilkan kegiatan seni dan budaya.

Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan acara, mulai dari aksi bersih pantai, penanaman pohon ketapang dan mangrove, donor darah, bazar kuliner, hingga pentas kreativitas pekerja. Momentum May Day 2026 di Kota Denpasar memberi warna berbeda dan menunjukkan komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga kerja.

Secara keseluruhan, penurunan angka pengangguran, peningkatan investasi, dan upaya pelatihan keterampilan menandakan langkah positif bagi pasar kerja Denpasar. Pemerintah kota juga menyiapkan program jaminan sosial yang lebih luas dan memperkuat hubungan industrial melalui LKS Tripartit. Kegiatan May Day 2026, dengan kolaborasi perusahaan dan masyarakat, memperlihatkan bahwa perayaan Hari Buruh dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan produktif dan sosial yang mendukung kesejahteraan semua pihak.

Pengangguran DenpasarMay Day 2026InvestasiInfrastrukturPariwisataJamsosLKS Tripartit

Komentar

Memuat komentar...