Pengantar Makan Buru Makan, Video Viral di Threads
Gambar atau konten salah?
Jeffrey Izad mengadu bahwa ia menjadi korban pencurian makanan saat menerima pesanan online di rumahnya di Kuala Lumpur. Rekaman CCTV yang ia bagikan di media sosial menunjukkan pengantar makanan membawa tiga kantong pesanan, menaruhnya di depan pintu, lalu memotret makanan sebagai tanda pengiriman selesai.
Ketika Jeffrey mengambil makanan, ia merasa ada yang kurang. Setelah menelusuri rekaman, ia menemukan pengantar tersebut mengambil salah satu kantong sebelum berlari pergi. Video tersebut langsung menjadi viral di Threads, memicu kemarahan banyak netizen.
Pengantar makanan itu kemudian muncul di rumah Jeffrey beberapa waktu kemudian. Ia mengaku sebagai pelaku pencurian, menjelaskan bahwa tindakan itu semata-mata impulsif karena kelaparan. Ia juga menyatakan bahwa ia kembali untuk meminta maaf setelah menerima komentar tajam di akun media sosialnya.
Pengantar tersebut menegaskan bahwa akun media sosial istrinya juga menjadi sasaran serangan netizen. Ia menambahkan bahwa ia merasa tertekan oleh komentar negatif tersebut.
Jeffrey, meski marah, memaafkan pengantar itu. Ia menekankan pentingnya meminta bantuan secara jujur daripada melakukan tindakan kriminal, apalagi ketika kelaparan atau tidak memiliki uang. Ia menyampaikan bahwa banyak orang baik yang bersedia membantu jika diminta dengan tulus.
Kasus ini menyoroti perilaku beberapa pengantar makanan yang seringkali tidak hanya membantu pelanggan, tetapi juga menimbulkan masalah. Beberapa di antaranya bersikap arogan dan bahkan merusak pesanan pelanggan sendiri. Pencurian makanan dengan modus tertentu, seperti yang dialami Jeffrey, pernah dilaporkan sebelumnya.
Berita ini pertama kali dilaporkan pada 13 Mei 2026 dan kemudian diikuti oleh beberapa laporan lain tentang perilaku pengantar makanan yang merugikan pelanggan.
Rekaman CCTV tersebut menjadi bukti visual yang kuat, namun juga menimbulkan pertanyaan tentang keamanan pengiriman makanan. Pengantar makanan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan etika kerja dan menghormati pelanggan.
Kasus ini juga mengingatkan pentingnya regulasi dan pengawasan terhadap layanan pengantaran makanan, agar kejadian serupa tidak terulang. Pelanggan diharapkan dapat melaporkan setiap ketidaksesuaian secara cepat, sementara pengantar makanan harus bertanggung jawab atas tindakan mereka.
Kesimpulannya, kejadian ini menegaskan bahwa integritas dalam layanan pengantaran makanan tetap menjadi hal penting bagi semua pihak terkait.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
