Perajin Tahu dan Tempe Blitar Sesuaikan Ukuran Produk
Gambar atau konten salah?
Di kota Blitar, para perajin tahu dan tempe berusaha menjaga produksi meski harga kedelai impor melonjak. Rp 10.500 per kilogram menjadi angka yang harus dihadapi setiap hari.
Wahyu, seorang perajin berusia 50 tahun, membuka tempat produksi tradisionalnya di Kelurahan Pakunden, Sukorejo Kota Blitar. Di sana, beberapa pekerja sibuk memulai rantai produksi: menggiling kedelai, memasak sari menjadi tahu, hingga produk jadi siap dijual.
Menurut Wahyu, kenaikan harga kedelai terjadi secara bertahap. Ia mengaitkan hal tersebut dengan dampak perang di luar negeri. “Kalau naik harga bertahap, tapi ya sejak perang Amerika itu. Kalau terus terusan ya bisa langka kedelai ini. Sekarang harganya sekitar Rp 10.500 per kilonya,” katanya kepada wartawan pada Selasa, 07 April 2026.
Keuntungan produksi tahu pun sedikit menurun. Wahyu memilih menyesuaikan ukuran produk daripada menaikkan harga jual. “Lebih sering ukurannya tetap, tapi ya menyesuaikan. Meskipun untungnya tipis sekali,” ujarnya.
Perajin tempe, Imam, berusia 51 tahun, juga mengurangi ukuran tempe. Ia menekankan bahwa strategi ini lebih efektif daripada menaikkan harga. “Kalau produksi ya tetap, tapi kami menyiasati dengan memperkecil ukuran. Bisanya potongan tempe 7 cm, jadi 6 cm. Jadi enggak naik harga jualnya,” jelasnya.
Imam berharap pemerintah dapat mengendalikan harga kedelai impor. Ia berharap hal tersebut dapat menjaga kesejahteraan para perajin. “Ya semoga bisa turun harga (kedelai), jadi kami bisa tetap dapat untung meskipun tidak banyak,” tandasnya.
Keputusan menyesuaikan ukuran produk menjadi solusi pragmatis bagi para perajin di Blitar. Dengan cara ini, mereka tetap dapat memproduksi tahu dan tempe meski biaya bahan baku terus meningkat, sekaligus menjaga harga jual tetap terjangkau bagi konsumen.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Tim Tabur Tangkap Liauw Inggarwati dan Bastian Widjaja
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Berita Terbaru
Mortir Perang Dunia II Ditemukan di Jayapura, Papua, Risiko
Rupiah Jatuh 14.000, Pasar Saham Turun 4.1%, Risiko Kredit
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Pasangan Adnan-Indah Kalah 18‑21, China Laju ke 16 Besar
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
122 Program Studi Tutup Akhir 2026, Menteri Jelaskan Alasan
Telur Ceplok Balado Jadi Pilihan Pagi di Rumah
Kemenpar Luncurkan Program Penertiban Akomodasi 2026
Malaysia Pemenang Piala Dunia 2026, Indonesia Hanya Putros
